Studi Banding

IMG_0566Menjadi anggota penuh setelah mengikuti pendidikan. Kalau tidak mau mengikuti pendidikan, belum bisa diangkat menjadi anggota. Pendidikan anggota ada berbagai macam, dan berjenjang. Ketika baru masuk, namanya pendidikan dasar. Salah satu materinya bagaimana mengelola keuangan, bagaimana tanggung jawab dan kewajiban anggota. Lalu pendidikan dasar dua. Seminar usaha produktif, seminar pengelolaan CU, dan banyak lagi.

Supaya ada alih generasi, maka mulai anak-anak harus menjadi anggota CU. Bayi yang baru lahir harus segera didaftarkan menjadi anggota. Kata pemerintah, mana bisa belum memenuhi syarat. Memang  ada problem di aturan – Undang-undang (UU). yang tidak memperbolehkan anak-anak di bawah umur menjadi anggota.

***

Secara pribadi sebagai ketua KSP Kodanua, berkunjung ke CU CU merasakan nyaman. Karena, rombongan diterima oleh CUKB, BKCU, CUPK maupun CUMP seperti keluarga. Karena baru kali pertama berkunjung ke credit union, yang diperoleh baru sebatas informasi, sehingga perlu diperdalam. Pada suatu saat perlu diadakan diskusi yang mendalam tentang system yang dikembangkan oleh CU, kemudian dikombein dengan usaha koperasi simpan pinjam. Sehingga koperasi simpan pinjam dan CU benar-benar menjadi ujung tombak kesejahteraan masyarakat Indonesia. Study banding itu untuk mencari solusi. Yang saya lihat, selama selama mengadakan study banding, pengurus, pengawas dan karyawannya betul-betul ceredas, dan terpercaya. Kodanua belum seperti itu. Itu barus sekilas saja yang saya lihat. Dan melihat dari video yang ditayangkan, para petugas lapangan itu kelihatan sangat militant. Itu yang di Kodanua belum sepertri itu. Sudah asda tetapi belum seperti itu. Ini contoh yang sangat bagus. Sikap militant anggota juga perlu dibahas, dijadikan contoh. Dan tentu melalui pendidikan.

Soal pengembangan akan dikembangkan dengan istilah sekasur, sedapur dan sesumur. Masalah pengembangan tabungan indentik dengan perkembangan anggota itu sendiri. Karena anggotanya berkembang pesat, tabungan yang masuk luar biasa,  maka untuk memberikan pinjaman kepada anggota juga leluasa, karena uangnya memang banyak. CUKB, misalnya, dalam kurun waktu 5 tahun perkembangan asetnya luar biasa. Kecuali pendidikan, yang tidak kalah penting adalah swadaya. Waktu itu saya selalu bertanya, modal dari mana. Adakah modal dari luar negeri, atau modal dari pihak ketiga? Ternyata, semua mengatakan bahwa modal CU dari swadaya anggota. Dari pemerintah saja tidak mau terima. Juga dari LPDB gan mau terima. Dari hasil study banding, yang akan segera diimplementasikan di KSP Kodanua adalah pendidikan anggota dan karyawan, dan yang tidak kalah penting adalah perekrutan anggota. Juga solidaritas anggota dengan pengurus, pengurus, pengawas militannya juga luar biasa. Ada baiknya semua koperasi belajar kepada credit union. Selama kunjungan ke CU yang didapat cukup banyak, tetapi mana dulu yang bisa diimplementasikan di KSP Kodanua. Disamping yang tinggal moles-moles, artinya di KSP Kodanua sendiri sudah ada, tinggal menyempurnakan, tetapin juga masih ada yang mendasar. Soal penambahan keanggotaan, begitu bayi lahir ceprot, langsung didaftarkan menjadi anggota. Ini artinya regerasi dengan kesadaran orang tua sudah dilakukan.hal ini perlu dikaji betul, karena dampaknya luar biasa. Koperasi itu sampai kapanpun tidak akan roboh karfena ada generasi penerus. Dengan pengkaderan yang baik, koperasi itu siapa pun pengurusnya akan berjalan sepanjang masa. Apa yang diperoleh selama studi banding akan disosuialisasikan kepada anggota. Kalau soal pendidikan, tinggal poles-poles. Karena Kodanua juga sudah punya program pendidikan.

IMG_0555Kesannya, walau baru pertama kali kenal dengan beliau-beliau sudsah seperti saudara, betul-betul akrab seperti tidak ada pembatas. Apaslagi dengan Pak Agus Rahman ketua CU Muare Pesisir, luar biasa sambutannya. Datang dijemput di Bandara, pulang juga diantar ke bandara. Saya belum tentu bisa membalas seperti itu. Juga dari Ibu Seli, Pak Frans Laten, Pak Khosmas, dan sebagainya.

Dimasukkannya semua anggota keluarga, bahkan bayi yang baru lahir saja sudah didaftar menjadi anggota, itu karena komitmen anggota CU. Hal ini menarik untuk adopsi KSP Kodanua agar target peningkatan jumlah anggota segera tercapai.  Kalau suami – isteri sudah menjadi anggota atau belum. Kalau karyawan saja ada 300 orang, kemudian semua menjadi anggota, ditambah keluarganya, sudah cukup signifikan. Lalu soal kebersamaan dari anggota, kebersamaan dari karyawan termasuk pengurus dan pengawas, juga luar biasa. Menerima kita yang agamanya berbeda, sangat terbuka – begitu luar biasa. Di CUKB, misalnya, metika waktunya Sholat Juma’at kita sudah ingatkan untuk Sholat Juma’at. Kalau Kodanua ingin lebih berhasil, memang harus seperti itu.

Lalu soal kerja sama, kita juga salut. Tanpa kerja sama yang baik juga tidak akan berhasil. Kita bisa lihat, di CUKB, dalam waktu 5 tahun dari asset Rp 200 miliar naik luar biasa menjad Rp 500 miliar lebih. Milihat kinerja karyawan, yang namanya pimpinan cabang, turun ke lapangan menelusuri jalan njalan becek berlumpur dengan sepeda motor. Coba, karyawan Kodanua apa mau mblekuk-mblekuk di jalan berlumpur. Militantansinya itu yang luar biasa. Saya minta diceritakan kepada teman teman di cabang masing-masing, bahwa koperasi bisa maju kalau semua mau kerja keras. Jangan kerjanya mengeluh….., mengeluh dan tidak mau berpikir.

***

Puskopdit BKCU Kalimantan merupakan koperasi sekunder yang membina dan mengawasi semua CU Primer yang ada di dalam jejaringnya, termasuk memberikan perlindungan jaminan simpanan anggota dan mengelola resiko piutang anggota. Selain itu juga memiliki tugas untuk melakukan pendidikan dan pelatihan, baik internal maupun eksternal, auditing dan monitoring, penelitian dan pengembangan, penerapan teknologi informasi, serta administrasi dan system akuntansi pada credit union. Karena BKCU Kalimantan merupakan koperasi  sekunder, tentu berbeda dengan KSP Kodanua yang merupakan koperasi primer.

Dalam hal penerimaan anggota baru, setiap credit union mewajibkan calon anggotanya untuk mengikuti pendidikan dengan tujuan merubah pola pikir masyarakat, dari yang terbiasa instan, yaitu langsung memanfaatkan uang saat mendapat pinjaman, menjadi menciptakan modal dahulu dengan menabung secara rutin. Jika telah tercipta modal atau tabungan, barulah mereka memanfaatkan atau meminjam. Inilah yang membedakan CU dengan lembaga keuangan lain. Dari sisi jasa pinjaman, setiap CU memiliki sistem dan besaran tersendiri. Namun rata-rata 1% – 2% per bulan. Biasanya ditawarkan 2 metode yaitu 1% per bulan flat (falt interest) atau 2% per bulan menurun (effective interest).

Dari study banding itu, manfaatnya bisa dipetik untuk; Menyempurnakan struktur organisasi dengan melengkapi dan memberdayakan semua bagian – divisi yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap lingkup kerjanya, memberikan keleluasaan kepada masing-masing divisi untuk lebih kreatif dalam mengelola lingkup kerjanya. Menerapkan system manajerial penuh, dengan memberikan wewenang penuh kepada jajaran manajer, dari General Manager (GM), divisi manajer – kepala bagian, hingga pimpinan kantor pelayanan (TP) – cabang untuk mengelola usaha dilingkup kewenangannya, sehingga kreatifitas masing-masing individu bisa muncul dan terimplementasikan dalam perkerjaannya.

Membentuk divisi internal audit, guna mengawasi gerak langkah tiap manajer yang diberi wewenangan penuh melaksanakan tugas, sehingga penyalahgunaan wewenang bisa ditangkal sedini mungkin. Membentuk divisi Pelatihan dan Pengembangan – litbang sebagi sarana untuk melakukan inovasi, baik inovasi produk, inovasi sistem dan inovasi manajemen sehingga tercipta sebuah koperasi yang modern dan memiliki daya saing kuat dalam dunia usaha, khususnya lingkup lembaga keuangan.

Memperbaiki sistem penerimaan karyawan baru yang lebih terbuka sehingga kekurangan karyawan bisa terpenuhi tepat pada waktunya, karena dengan  kekurangan karyawan akan merugikan lembaga. Temukan formula yang tepat dalam persyaratan calon karyawan untuk meminimalisir resiko yang mungkin akan diderita lembaga. Memberikan pendidikan dan pelatihan yang efektif, sehingga pasca menjalani diklat karyawan memiliki kemampuan dan keahlian lebih baik. Diklat bisa diserahkan kepada lembaga eksternal yang memiliki kopetensi – reputasi bagus dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. CU mengadakan pendidikan dan pembelajaran yang diberikan secara terus menerus kepada pengurus, pengawas, manajemen dan anggota menjadi sarana untuk melahirkan pribadi-pribadi kompeten untuk mengurus lembaga keuangan miliknya.

Dari segi produk, CU pada umumnya memiliki varian produk cukup banyak. Sementara KSP Kodanua hanya memiliki satu produk pinjaman yaitu Pinjaman Modal Usaha. Melalui study banding ini, harus mulai membuka mata, merubah paradigma, bahwa banyak peluang yang bisa diambil guna pengembangan usaha. Diversifikasi produk mutlak harus dipikirkan bersama agar KSP Kodanua  memiliki nilai lebih dalam melayani dan menyejahterakan anggota, yang pada akhirnya akan meningkatkan margin profit bagi KSP Kodanua.

***

Credit union diartikan sebagai kumpulan orang-orang saling percaya dalam suatu ikatan pemersatu yang sepakat untuk menabungkan uang. Menciptakan modal bersama, untuk dipergunakan (dalam bentuk pinjaman) diantara sesama anggota untuk tujuan produktif dan kesejahteraan bersama. CU menjanjikan kesejahteraan dalam hal keuangan kepada anggotanya asal tetap setia dalam menabung untuk masa depan. Dana anggota akan terus bertambah apabila anggota saling percaya, karena dalam pelayanannya credit union mengutamakan kepuasan pelanggan. Bila CU makin kuat dan makin banyak orang terlibat serta percaya maka pelayanan dapat terus ditingkatkan.

Keanggotaan CU tidak diskriminatif, terbuka dan sukarela bagi semua orang yang bersedia menerima tanggung jawab kenggotaanya tanpa membedakan jenis kelamin, ras, politik, mapun agama. Semua anggota mempunyai hak yang sama (satu anggota satu suara) dan berperan dalam pengambilan keputusan tanpa dipengaruhi jumlah simpanannya. CU mendorong sikap hemat dengan cara menabung dan penyediaan pinjaman serta pelayanan lainnya. Surplus yang dibagikan kepada seluruh anggota sebanding dengan transaksi sebagai balas jasa simpanan dan balas jasa pinjaman. Balas jasa yang diberikan kepada anggota harus sebanding dengan besarnya modal simpanan yang dimiliknya dan partisipasinya dalam mengembangkan usaha credit union.

Untuk membangun kekuatan financial, termasuk pembentukan cadangan yang memadai dan internal control yang memastikan pelayanan yang berkesinambungan kepada seluruh anggota.

Bagi seluruh anggota, pengurus, pengawas dan manajemen serta masyarakat luas tentang ekonomi, sosial dan prinsip kerjasama dan saling membantu dam credit union. Termasuk pengelolaan keuangan, hidup hemat dan penggunaan pinjaman secara bijaksana. Pendidikan, bertujuan agar anggota dapat mengerti peran serta, hak dan kewajiban sebagai anggota credit union agar lebih bijaksana dalam mengatur keuangan keluarga maupun keuangan usaha, mengetahui dan memahami laporan keuangan serta perkembangan credit union. Dalam credit union dikenal motto: dimulai dengan pendidikan, berkembang melalui pendidikan dan dikontrol oleh pendidikan.

Credit union tidak sekedar menghimpun simpanan dan memberikan pinjaman kepada anggotanya, namun yang paling utama adalah bagaimana setiap anggota credit union memperhatikan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri dan saling melayani. Hal ini secara nyata diwujudkan anggota credit union yang manabung secara teratus dan mengangsur pinjaman secara tertib sehingga anggota-anggota lain juga memperoleh bantuan (pinjaman) bila membutuhkan. “Anda sulit saya bantu, saya sulit anda bantu”.

Credit union sedapat mungkin membiayai dirinya sendiri. Agar hal tersebut dapat terwujud para anggota harus berusaha agar lembaganya semakin besar dan sehat. Caranya adalah menabung ke credit union secara teratur dan sebanyak-banyaknya serta menghindari agar tidak menabung ke lembaga keuangan lain.

***

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *