“Syaikh Abubakar” Cermin Pendewasaan untuk Memahami Akhlak Mulia Menuju Islam Seutuhny

Gita Bhakti Visiotama memulai debutnya dalam film bioskop, dengan sebuah cerita yang terinspirasi dari kisah nyata lahirnya sebuah Kota Santri. Berniat untuk berdakwah lewat film untuk menyatukan umat Islam, diangkatlah cerita dengan judul “Syaikh Abubakar” sosok pemimpin yang tegas dan dengan kelembutan akhlak memimpin dua yayasan yang berbeda manhaj;  Yayasan Cahaya Islam dipimpin oleh Ustadz Malik diperankan David Chalik yang latar belakang pendidikannya di Madinah, serta Yayasan Madinatunnajah dipimpin oleh Ustadz Basri diperankan oleh Sahrul Gunawan keluaran pesantren Gontor.

Syaikh Abubakar diperankan oleh Rudy Wahab menyatukan kedua yayasan ini di Kota Santri dalam naungan yang teduh, damai tanpa membedakan pandangan karena pada dasarnya umat ini satu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.

Kedamaian berubah seketika menjadi gejolak besar saling menyerang akibat ulah Biong diperankan oleh Leroi Osmani orang kepercayaan Syaikh Abubakar yang ingin mengusai lahan pesantren dengan cara cara yang licik. Kedua yayasan terprovokasi oleh kaki tangan Biong, Ustadz Malik dianiaya, Ustadz Basir dipanah, percintaan Rahman putra Syaikh Abubakar dengan Laila putri Biong goyah. Syaikh Abubakar dijebak Biong dengan anak buahnya sehingga terjadi pertarungan yang tak seimbang akhirnya Syaikh Abubakar terkapar.

Dalam keadaan tertelungkup dipunggung kudanya, Syaikh Abubakar tak sadarkan diri tiba dirumahnya, Istri dan putra Syaikh Abubakar segera menolongnya. Memang untuk menyatukan umat perlu perjalanan panjang dan terjal namun kita harus kuat tak tergoyahkan, berpikir tenang, tawakal, dan sabar, melangkah terus menghadapi badai yang menerpa dan tetap kokoh menapaki jalan Allah. Allahu Akbar.

Film ini sudah melaksanakan syuting di Yayasan Az-Zikra saat zikir akbar bersama Ustadz Muhammad Arifin Ilham juga telah menyelesaikan syuting di Madinah dan Mekah. Lokasi lainnya adalah Kota Santri Jonggol dan Gorontalo. Saat ini pengambilan gambar sekitar 60 persen. Pendukung lainnya: Ustadz Muhammad Arifin Ilham, Tengku Wisnu, Fitria Anwar, Rini Menthari, Muthia Datau, Erwin S. Bagindo, dan Indra R. Taufik.

Pelaku di belakang layar film ini antara lain: Eksekutif Produser; Rudy Wahab. Produser dan sutradara; Iwan Wahab. Pimpinan Produksi; Usman Yassin. Production Accountant; Prasetya Putra Wahab. DOP; Ari Fatahila. Skenario; Taufik Daraming Tahir. Musik Composer; Embi C. Noer. Editor; Endah Noto Prabowo. Penata Artistik; Joko Mulyadi. Co Sutradara; Taufan Wahab. Story Overview; Taufik Daraming Tahir. (Hardo Sukoyo).

This entry was posted in Layar Budaya and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *