Taiwan Dampingi Petani Kembangkan OVOP

Indonesia kini sedang giat mengembangkan rintisan one village one product (OVOP). Demi terwujudnya program tersebut, dibutuhkan pendampingan. “Ketika Taiwan Technical Mission ICDF menaruh minat untuk memberikan pendampingan teknis kepada petani anggota koperasi rintisan pengembangan OVOP tersebut, perlu disambut baik, kata I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUMK) Kementerian Koperasi dan UKM.

Salah satu pendampingan program OVOP yang berhasil dilakukan oleh tim Taiwan adalah pengembangan tanaman asparagus dan jeruk di Bangli, Bali. Pendekatan melalui OVOP, hasilnya mermberi dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat petani anggota koperasi.

Wayan menambahkan, kendati didampingi sepenuhnya oleh tim dari Taiwan, pemerintah setempat  harus mendukung program rintisan tersebut. Selain Taiwan, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Tradde and Invesment Promotion Agency (KOTRA) juga sepakat mengoptimalkan OVOP. Korsel bahkan berjanji memberi pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat lokal yang akan mengembangkan OVOP secara berkesinambungan.

Adapun sebagian pembiayaan program ini bersumber dari dana Corporate Social Reponsibility (CSR) perusahaan Korea Selatan di Indonesia. Kolaborasi dua instansi mengembangkan OVOP di Indonesia dengan visi kemitraan, sepakat mengembangkan 500 titik, hingga 2020. Pengembangan produk unggulan dengan pendekatan OVOP adalah salah satu model penjabaran Inpres Nomor 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM.

I Wayan menambahkan, program ini diyakini mampu meningkatkan peluang pasar produk UMKM. Program ini untuk mengembangkan produk unggulan daerah yang memiliki ciri khas atau keunikan distinctive daerah secara turun-temurun yang terkait dengan sumber daya alam yang hanya ada di suatu tempat. Keunggulan lainnya, komoditas yang dikembangkan melalui OVOP memiliki potensi pasar lokal dan ekspor. Dengan demikian, ada harapan produk unggulan lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan untuk pasar global.

Ada tiga prinsip utama pengembangan produk unggulan melalui pendekatan OVOP, yakni lokal tetapi global, kemandirian dan kreativitas serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).(st)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *