Walau Tidak Cukup Signifikan, Usaha KKGJ Terus Mengalami Peningkatan

Rapat Anggota (RA) termasuk Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai forum tertinggi untuk menentukan arah, kebijakan organisiasi, dan program-program koperasi, menjadi hak setiap anggota. Di kala jumlah anggota masih puluhan atau ratusan, dimungkinkan seluruh anggota di undang dalam waktu bersamaan. Namun jika anggota telah mencapai ribuan – belasan ribu atau bahkan puluhan dan ratusan ribu, masalah tempat yang memungkinkan untuk melaksanakan RA – RAT akan menjadi kendala utama. Karenanya, banyak koperasi yang menggunakan sistem pra RAT di wilayah pelayanan atau wilayah kerja.

Koperasi Keluarga Guru Jakarta (KKGJ) yang jumlah anggotanya sebanyak 15.500 orang, dan tersebar di 43 Kecamatan, di 5 Wilayah Kota Administrasi (Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara) dan Kabupaten Kepeluan Seribu, untuk mengawali laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas juga menerapkan sistem pra RAT. Untuk tahun buku 2017, pra RAT dilaksanakan mulai 10  s/d 23 Maret 2018 di seluruh wilayah kecamatan di Provinsi DKI Jakarta.

Jumlah peserta rapat 2.165 orang, merupakan representasi dari seluruh Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di DKI Jakarta. Dari jumlah peserta pra RAT, dipilih 155 orang, sebagai representasi dari total anggota per 31 Desember 2017 sebanyak 15.500 orang. Narasumber kegiatan pra RAT, seluruh pengurus, pengawas, dan penasihat serta dibantu oleh petugas Komisariat di Kecamatan masing-masing. Sedangkan RAT-nya dilaksanakan pada 28 Maret 2018, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Pada saat pelaksanaan RAT, diserahkan Dana Hari Tua (DHT) kepada anggota yang memasuki purnatugas, dan bea siswa bagi putra-putri anggota yang berprestasi.

Menurut catatan Sekretaris Umum KKGJ, Sadar, dalam pra RAT tahun 2017 banyak saran dan usulan untuk dibahas dalam RAT konsulidasi. Karena begitu banyak usulan dan saran dari Komisariat, maka pengurus melakukan kompilasi ke masing-masing bidang.
Bidang organisasi, pendidikan, dan kaderisasi mengusulkan, antara lain; Pemberian beasiswa ditingkatkan, dan jenjangnya sampai perguruan tinggi. Peningkatan pendidikan, pelatihan, dan kaderisasi bagi para anggota. Rekrutmen anggota bagi guru calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau CPNS yang baru diangkat, dan guru bantu menjadi anggota KKGJ. Anggota yang sudah pensiun agar dipertahankan tetap menjadi anggota kehormatan KKGJ. Perlu diadakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian bagi seluruh anggota, baik yang baru maupun yang lama.

Bidang keuangan juga mengusulkan agar; KKGJ meningkatkan batas pinjaman sampai dengan Rp200 juta atau lebih. Di samping beras dan daging, uang kecap paket lebaran pun minta ditingkatkan dari Rp100.000 menjadi Rp150.000. Untuk tahun buku 2018, diusulkan simpanan wajib naik dari Rp150.000 menjadi Rp200.000, atau Rp250.000. Pinjaman kepada pihak ketiga – perbankan yang selama ini menjadi salah satu sumber pendanaan untuk memenuhi kebutuhan – pinjaman anggota, hendaknya diperkecil, atau bahkan ditiadakan. Perlu dibuka kembali tabungan purna tugas atau tabungan sukarela bagi seluruh anggota. Tujuannya untuk mengganti pinjaman dari pihak ketiga. Alasannya, kalau tabungan sukarela yang akan menikmati jasanya adalah anggota KKGJ sendiri.
Untuk meningkatkan sisa hasil usaha (SHU) bidang usaha mengusulkan agar pengurus terus mengembangkan ekspansi usaha yang relevan dan menyentuh anggota ke sekolah-sekolah, misalnya; wisata edukatif, perpanjangan STNK, penjualan gas elpiji, ticketing dan sebagainya. Usaha kredit barang seperti; sepeda motor, kulkas, AC ditingkatkan sesuai kebutuhan anggota. Pengurus hendaknya memberdayakan aset KKGJ semaksimal mungkin melalui studi kelayakan. Memberikan pelayanan pembelian sembako atau mendirikan toko koperasi sekelas Alfamart di setiap wilayah kecamatan menjadi keinginan sebagian besar anggota.

Menjual beras kepada setiap anggota di seluruh kecamatan. Menyediakan ATK dan wahana peraga yang menjadi kebutuhan dasar sekolah. Menjual beras di seluruh kecamatan, dan Komisariat sebatgai agennya. Perlu meningkatkan kerja sama kemitraan dengan berbagai dunia usaha untuk memerkuat pengembangan usaha KKGJ. Mengadakan acara yang bersifat gebyar, seperti Gebyar Hadiah Tabungan, misalnya, juga dianggap penting untuk diadakan.

Menanggapi begitu banyak usulan anggota, Ketua Umum KKGJ periode 2014 – 2017 DR. Drs. H. Jamhuri Androfa, M.M. yang mengakhiri masa baktinya pada RAT tahun buku 2017, mengatakan; “Sebagian besar usulan tersebut telah terekomendasi menjadi program kerja pengurus tahun buku 2018. Karena ada pergantian pengurus, maka akan menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus terpilih periode 2018 – 2021 mendatang.
Pengurus baru harus mengembangkan usaha KKGJ, karena pengembangan usaha itu sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Yang tak kalah penting, memberikan beras berkualitas baik, beras hasil panen dari sawah KKGJ sendiri di Karawang, Jawa Barat. Kecuali simpan pinjam sebagai bisnis utama KKGJ, koperasi keluarga guru SD ini juga mempunyai berbagai unit usaha potensial, seperti; SPBU, SPBE, Toko Koperasi, Kolam Renang, Agen Elpiji, dan punya sekolah favorit di daerah Bogor dan Karawang, Jawa Barat. Saat ini juga tengah mempersiapkan pendirian perguruan tinggi.
Dalam laporan pertanggungjawaban kinerja tahun buku 2017, dijelaskan bahwa aset KKGJ per 31 Desember 2017 telah mencapai Rp274 miliar lebih dengan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp8,3 miliar, naik dibandingkan tahun 2016, tetapi tidak cukup signifikan karena hanya naik sekitar 5%. Karena SHU itu sebagian dibagikan kepada anggota dalam bentuk natura; beras dan daging serta uang kecap sebesar Rp150.000, per anggota, totalnya hampir Rp15 miliar. (my)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *