Edisi 138

Pemerintah telah memberikan menu komplit untuk membangkitkan kembali para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena imbas pandemi. Sehingga mereka bisa kembali beraktifitas, produktif, tetap aman dari pandemi Covid-19 dan bisa menggerakkan ekonomi kita. 

Dukungan kepada UMKM termaktub dalam aturan mengenai Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Melalui program tersebut, dunia usaha, terutama UMKM mendapat dukungan, bantuan, juga dilindungi oleh pemerintah. Program PEN bertujuan untuk perlindungan dan pemulihan ekonomi yang terdampak pagebluk.

Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pemulihan ekonomi, terutama untuk UMKM adalah sebesar Rp 123,46 triliun. Diharapkan anggaran tersebut bisa berputar dan betul-betul dinikmati oleh UMKM. Program untuk UMKM yang pertama adalah penjaminan kredit modal kerja untuk UMKM. Pemerintah memberikan Rp 5 triliun, sehingga UMKM yang meminjam sampai Rp 10 miliar pun premi penjaminan kredit macetnya dibayar pemerintah dan dijamin oleh Jamkrindo dan Askrindo.  

Pemerintah telah memberikan Penyertaan Modal Negara sebesar Rp 6 triliun untuk dua perusahaan pelat merah tersebut agar memiliki kemampuan modal untuk menjamin risiko tersebut. Dengan demikian UMKM bisa bangkit kembali.  Bukan hanya itu, pelaku UMKM juga bisa mengajukan restrukturisasi sehingga tidak perlu membayar pokok pinjamannya selama enam bulan. Sementara, bunganya pun disubsidi oleh pemerintah. Sehingga, semakin kecil pinjaman akan semakin penuh subsidi bunganya. Semakin tinggi pinjamannya, subsidi untuk bunga semakin kecil, yaitu sebesar 2-3%.