Gabriel Marto, S.Pd. : KSP CU Pancur Kasih Meningkatkan Peran Kaum Millenial

Istilah Milenial bagi kaum muda, kini menjadi ikon perbincangan. Bahasan di warung-warung kopi, dan menjadi tema-tema seminar, baik tingkat lokal maupun nasional. Sebab, kaum milenial dianggap sebagai penerima estasfet tanggung jawab dan masa depan bangsa. Karena itu kaum milenial harus dibekali dan dipersiapkan sejak dini sebagai garda terdepan bangsa.  

Koperasi Simpan Pinjam Credit Union (KSP CU) Pancur Kasih menyadari benar pentingnya peran generasi milenial tersebut. Maka dalam berbagai kegiatan, selalu melibatkan dan memberikan peran kaum milenial sebagai ujung tombak. Contoh, salah satu rangkaian kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-31 tahun buku 2018, melaksanakan seminar bagi anggota mellenial.

Seminar yang dilaksanakan 22 Februari 2018 sehari sebelum RAT di Function Hall Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), mengangkat tema; Meningkatkan Peran Kaum Milenial untuk KSP CU Pancur Kasih yang Berkesinambungan. “Peserta seminar, sekaligus peserta RAT 60%-nya adalah kaum milenial,” jelas Ketua KSP CU Pancur Kasih, Gabriel Marto, S.Pd. Karena pesertanya milenial, dan hanya sedikit kaum “kolonial” – generasi tua, kata dia, sebagai narasumber pun dipilih dari kaum milenial, Miss Merry Riana, motivator dari Jakarta.

Pengurus menyadari bahwa keberlangsungan hidup suatu organisasi – lembaga, termasuk KSP CU Pancur Kasih tidak terlepas dari adanya proses transformasi yang melibatkan peran kaum muda, generasi milenial sebagai agen perubahan. Untuk maksud itulah maka kaum milenial dipersiapkan sejak dini untuk memikul tanggung jawab lebih besar.

Terkait dengan pengembangan usaha, KSP CU Pancur Kasih yang fokus hanya mengelola keuangan, menerima simpanan dan menyalurkan pinjaman kepada anggota, Marto menjelaskan, salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan aset dan penyaluran pinjaman (pinyaman beredar) adalah dengan melakukan pengembangan wilayah pelayanan.

Dalam tahun buku 2018, misalnya, telah dilakukan peningkatan status 6 Tempat Pelayanan Kas (TPK) menjadi Tempat Pelayanan (TP), sehingga sampai akhir tahun 2018 KSP CU Pancur Kasih telah memiliki 46 Kantor TP yang berada di 2 Kota dan 10 Kabupaten di Provinsi Kalbar. Tujuan dari pembukaan TP atau peningkatan status TPK menjadi TP dan pembukaan TPK baru adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada anggota agar lebih fokus, efektif, dan efisien.

Selain itu, telah dilaunching pula penggunaan mesin ATM. Memang baru ada 2 TP yang dilengkapi ATM, yaitu di Kota Pontianak, di TP Siantan, dan TP Sei Jawi. Pemasangan mesin ATM untuk menjawab kebutuhan anggota akan akses keuangan yang real time, penarikan uang secara tunai tidak terbatas waktu.

Dijelaskan juga, guna memastikan laporan keuangan telah disusun dan disajikan dengan standar akuntansi keuangan entintas tanpa akuntabilitas publik. Pengurus telah meminta Auditor Independen dari Kantor Akuntan Publik Drs. Thomas, Blasius, Widartoyo & Rekan untuk melakukan audit laporan keuangan KSP CU Pancur Kasih tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018.

Hasil audit yang dilakukan oleh auditor akuntan publik bermanfaat bagi banyak pihak. Pengurus akan mengurangi risiko yang diakibatkan oleh salah saji atas laporan keuangan. Bagi pengawas, dapat membantu tugas-tugas pengawasan. Bagi Pembina, dalam hal ini pemerintah – Dinas Koperasi dan UKM se-Provinsi Kalimantan Barat, dan Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Borneo jejaring sekunder, dapat memperoleh informasi yang relevan sebagai bahan pembinaan. Bagi anggota, dapat mengurangi rasa was-was atau ketidakpercayaan. Bagi manajemen – karyawan dapat memberikan ketenangan – kenyamanan dalam melaksanakan tugas pekerjaan. Dan hasil audit itu memberikan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Untuk meningkatkan kapasitas pengelola serta memenuhi persyaratan standar pengelolaan, telah dilaksanakan uji kompetensi manajer bekerja sama dengan LSP-K Nusantara dengan mengikutsertakan 29 orang PJS Manajer, Koordinator TPK dan Kepala Bagian (Kabag). Hasilnya, semua dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan sertifikat manajer, yang berarti mereka dinyatakan memiliki kompetensi pada aspek Knowledge – pengetahuan, Skill – keterampilan, dan Attitude – sikap. “Dengan demikian seluruh manajer TP, Koordinator TP, dan jabatan setara Kabag KSP CU Pancur Kasih telah memenuhi persyaratan dan kompeten,” tegas Gabriel Marto.

Berdasarkan data pencapaian program kerja, lanjut dia, anggota mengalami pertumbuhan sebesar 4,51% bertambah sebanyak 6.648 orang dari tahun 2017 yang berjumlah 147.558 orang menjadi 154.206 orang pada tahun 2018. Jika dibandingkan dengan populasi penduduk di Kalimantan Barat yang berjumlah 5.422.814 orang, baru sekitar 2,8% yang menjadi anggota KSP CU Pancur Kasih. Berarti masih ada peluang sangat besar untuk menambah jumlah anggota.

Catatan pentingnya, tidak semata mengejar kuantitas, tetapi menjadikan anggota yang berkualitas, tetap menjadi prioritas dengan terus melakukan pendidikan, pelatihan dan pendampingan. Sedangkan aset sebesar Rp2.279.911.066.913 tumbuh 6,74% dari tahun 2017 yang berjumlah Rp2.135.856.572.412. Namun harus dicatat bahwa aset sebesar Rp2,7 triliun itu berasal dari, oleh, dan untuk anggota KSP CU Pancur Kasih yang terakumuliasi selama 31 tahun.

Akibat kondisi perekonomian nasional belum stabil, berpengaruh terhadap perekonomian lokal, Kalbar, di mana harga barang kebutuhan pokok tidak sebanding dengan penghasilan masyarakat yang menopangkan hidupnya dari komoditas karet dan sawit yang harganya masih relatif rendah. Kondisi itu berdampak pada kemampuan anggota memenuhi kewajiban menabung dan membayar pinjaman. Namun demikian diharapkan semua anggota KSP CU Pancur Kasih dari setiap TP agar tetap fanatik dan menjadi anggota yang militan. Karena CU merupakan sarana perjuangan bersama.

KSP CU Pancur Kasih maju bersama dengan anggota adalah cita-cita, kata General Manager (GM) Domitius, S.H., M.H. dalam kata pengantar di buku RAT. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, bersama pengurus dan seluruh jajaran manajemen berupaya kerja keras. Karena banyak kendala, tantangan, dan hambatan yang dihadapi seperti; gegap gempita tahun politik, ekonomi global yang tetap melambat, perang dagang China – Amerika Serikat (AS) dan kondisi alam, berdampak pada kinerja manajemen, sehingga tahun 2018 tidak optimal mencapai target. Namun juga tidak mengecewakan. “Ini berarti mengharus kerja lebih kompak, lebih gigih, dan bisa menempatkan posisi masing-masing untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” urai Domi.

Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, baik pengurus maupun manajemen melakukan berbagai perbaikan, melakukan penyesuaian, dibarengi dengan semangat kerja sama dengan seluruh komponen yang ada di KSP CU Pancur Kasih. Karena itu, Domi mengaku optimis akan mampu meraih hasil yang lebih baik. Untuk meraih hasil lebih baik terus berusaha mengikuti era perkembangan teknologi sehingga banyak terobosan dilakukan, seperti online system, ATM, CUPK Mobile, Swita (proses online antar CU CU secara nasional). Tujuannya mempermudah layanan kepada anggota, dan diharapakan menambah pendapatan lembaga.

Untuk anggota, kata Domi, lembaga juga memfasilitasi bagaimana supaya bisa membuat usaha produktif, misalnya, memanfaatkan fasilitas yang ada seperti lahan tidur bisa dibuat untuk bercocok tanam, berternak, membuka usaha bengkel, dan sebagainya. Tujuannya agar penghasilan anggota tidak hanya bergantung pada sawit dan karet.

Rapat anggota adalah amanat Undang-undang (UU) No. 25 tahun 1992 yang harus dilaksanakan untuk mempertanggungjawabkan hasil kerja kinerja pengurus dan pengawas sehingga anggota dapat mengetahui realisasi program kerja, prestasi yang dicapai, perkembangan lembaga dan permasalahan yang dihadapi koperasi. Pasal 26 ayat 1 (satu) menyebutkan bahwa rapat anggota (RA) paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun. Sanksi atas pelanggaran UU, pemerintah dapat membubarkan koperasi tersebut yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 tahun 1994, Pasal 3 ayat 1 (satu) huruf (d) Koperasi tidak melakukan kegiatan usahanya secara nyata selama dua tahun berturut-turut sejak tanggal pengesahan Akta Pendirian Koperasi.

Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla, dan sejak digulirkan kebijakan Reformasi Total Koperasi, di mana kualitas koperasi sebagai prioritas, bukan kuantitas seperti sebelumnya, jumlah koperasi memang turun sampai akhir tahun 2018 koperasi yang aktif tinggal 152.280 unit dari yang pernah tercatat 200 ribu lebih. Menurut penjelasan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, koperasi yang tidak aktif dikeluarkan dari database Kementerian Koperasi dan UKM.

Menurut Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kalimantan Barat, Drs. H. Muhyiddin, M.Si., di Kalbar masih banyak koperasi yang belum melaksanakan RAT tepat waktu. “Bahkan lebih banyak lagi koperasi yang tidak melaksanakan RAT. Ini yang memprihatinkan,” tegas Muhyiddin seraya menambahkan bahwa KSP CU Pancur Kasih adalah contoh yang baik bagi koperasi-koperasi lain, karena setiap tahun selalu RAT tepat waktu, konsisten melaksanakan tata kelola yang baik, memegang prinsip-prinsip koperasi, patuh aturan – ketentuan yang berlaku dan telah mempersiapkan regenerasi agar tetap berkelanjutan.

Dinas Koperasi dan UKM Kalbar mengharapkan, meskipun KSP CU Pancur Kasih kegiatan usahanya simpan pinjam, hendaknya tidak hanya aktif menghimpun dana dari masyarakat – anggota, tetapi juga menyalurkannya kembali kepada anggota untuk pinjaman produktif. Dengan kegiatan produktif, akan tercipta lapangan kerja baru, ekonomi masyarakat bergerak, dan akhirnya masyarakat – anggota sejahtera. Bagi anggota yang baru memulai usaha – berwirausaha, koperasi wajib melakukan pendampingan sampai anggota benar-benar mandiri. Koperasi yang anggotanya punya kegiatan produktif, akan lebih cepat maju, karena perputaran dana yang dihimpun lebih cepat, sebab anggota punya uang untuk mengembalikan pinjaman.

Jika koperasi-koperasi besar seperti; KSP CU Pancur Kasih, KSP CU Lantang Tipo, KSP CU Keling Kumang, KSP CU Khatulistiwa Bakti, KSP CU Bonaventura, KSP CU Sumarong, KSP CU Usaha Kita, KSP CU Tilung Jaya, dan koperasi besar lainnya terus dikelola dengan baik akan memberikan semangat kepada masyarakat. “Harus diakui, sampai saat ini kepercayaan masyarakat terhadap koperasi masih relatif rendah akibat adanya koperasi yang dikelola kurang baik. Ketidakpercayaan itu membuat mereka enggan menjadi anggota koperasi. Inilah yang menjadi tantangan kita semua,” jelas Muhyiddin.

Menurut Muhyiddin, tema yang dipilih KSP CU Pancur Kasih dalam RAT 2018 sangat tepat, karena Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi, di mana sebagian terbesar penduduk Indonesia adalah generasi milennial, generasi produktif yaitu berusia di bawah 40 tahun. Saat inilah kesempatan terbaik bagi gerakan koperasi untuk merebut hati kaum milenial mencintai koperasi. Saatnya pula kaum milenial merasa penting untuk bersama-sama dan punya peran besar dalam mengembangkan perekonomian nasional melalui koperasi. Sehingga koperasi benar-benar menjadi sokoguru dan tulang punggung perekonomian nasional. “Pemerintah mendorong kaum milenial untuk terlibat  dalam pengembangan koperasi,” tegasnya.

Yang masih melekat dalam benak masyarakat, koperasi adalah tempat pinjam uang. Kesan itulah harus segera dihilangkan. Sebab, koperasi yang sebenarnya adalah lembaga perekonomian, lembaga usaha produktif – industri, perdagangan, maupun mengelola keuangan simpan dan pinjam, bukan hanya tempat meminjam uang. Tetapi juga tempat menyimpan uang layaknya perbankan. Bedanya, koperasi menjadi milik anggota, sedangkan perbankan milik pemerintah atau swasta perseorangan.

Orang yang hanya paham bahwa koperasi adalah tempat pinjam uang, akan terjebak pada kegiatan renternir. “Rentenir itu bisa berubah-ubah wajah menyerupai koperasi. Akibatnya banyak koperasi bodong yang sangat merugikan masyarakat dan nama baik koperasi,” jelas Muhyiddin, seraya mengajak gerakan koperasi, terutama koperasi-koperasi besar lebih giat melakukan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat tentang tata kelola koperasi yang baik, sebagai tanggung jawab bersama. (mar)

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *