KKGJ Akan Terus BerinovasiMengembangkan Usaha

Sebuah koperasi besar sekelas Koperasi Keluarga Guru Jakarta (KGGJ), sangatlah pantas jikasistem dan mekanisme organisasi telah terstruktur dengan baik.Rapat Anggota Khusus (RAK) untuk membahas dan mengesahkan; rencana anggaran pendapatan, belanja dan program kerja (RAPBK) untuk tahun buku berikutnya, misalnya, telah menjadi tradisi organisasi yang dilaksanakan sebelum tahun buku berjalan.

Karena anggota KKGJ tercatat lebih dari 15000 orang, dan tersebar di seluruh pelosok DKI Jakarta, 43 Kecamatan, biasanya didahului dengan pelaksanaan pra RAK di setiap Komisariat – Kecamatan. Untuk membahas RAPBK tahun buku 2018, KKGJ melaksanakan pra RAK mulai dari tanggal 18 – 30 Oktober 2017, diikuti oleh 1575 orang sebagai representasi dari 15.000 anggota KKGJ.Kemudian dari pra RAK tersebut dipilih 161 orang yang merupakan representasi dari 15000 anggota KKGJ untuk mengikuti RAK konsulidasi.Nara sumber pra RAK adalah seluruh pengurus, pengawas dan penasehat.RAK KKGJ untuk mengesahkan RAPBK tahun buku 2018 diselenggarakan November 2017, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat. Dalam acara tersebut juga diserahkan dana hari tua (DHT) bagi anggota yang telah memasuki purna tugas dan beasiswa bagi anak-anak anggota yang berprestasi.

Rapat Anggota (RA) sebagai institusi tertinggi koperasi memberikan hak dan kesempatan kepada semua anggota peserta RA untuk menyampaikan pendapat, usulan, saran bahkan protes sekalipun.Menurut catatan Sekretaris Umum KKGJ, Sadar, dalam pra RAK tahun 2017 banyak saran dan usulan untuk dibahas dalam RAK konsulidasi.Karena begitu banyak usulan dan saran dari Komisariat, maka pengurus melakukan kompilasi ke masing-masing bidang.

Bidang organisasi, pendidikan, dan kaderisasi mengusulkan, antara lain; Pemberian beasiswa ditingkatkan, dan jenjangnya sampai perguruan tinggi.Peningkatan pendidikan, pelatihan dan kaderisasi bagi para anggota. Rekrutmen anggota bagi guru calon pegawai negeri sipil(CPNS) atau CPNS yang baru diangkat, dan guru bantu menjadi anggota KKGJ. Anggota yang sudah pensiun agar dipertahankan tetap menjadi anggota kehormatan KKGJ.Perlu dibuatkan kartu anggota yang baru untuk seluruh anggota KKGJ.Perlu adanya pelatihan wirausaha bagi anggota yang mendekati purna tugas.Perlu diadakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian bagi seluruh anggota, baik yang baru maupun yang lama.

Bidang keuangan juga mengusulkan agar; KKGJ meningkatkan batas pinjaman sampai dengan Rp 200 juta atau lebih. Disamping beras dan daging, uang kecap paket lebaran pun minta ditingkatkan dari Rp 100.000,- menjadi Rp 150.000,- Untuk tahun buku 2018, diusulkan simpanan wajib naik dari Rp 150.000,- menjadi Rp 200.000,- atau Rp 250.000,- Pinjaman kepada pihak ketiga – perbankan yang selama ini menjadi salah satu sumber pendanaan untuk memenuhi kebutuhan – pinjaman anggota, hendaknya diperkecil, atau bahkan ditiadakan. Perlu dibuka kembali tabungan purna tugas atau tabungan sukarela bagi seluruh anggota.Tujuannya untuk mengganti pinjaman dari pihak ketiga.Alasannya, kalau tabungan sukarela yang akan menikmati jasanya adalah anggota KKGJ sendiri.

Untuk meningkatkan sisa hasil usaha (SHU) bidang usaha mengusulkan agar pengurus terus mengembangkan ekspansi usaha yang relevan dan menyentuh anggota ke sekolah-sekolah, misalnya; wisata edukatif, perpanjangan STNK, penjualan gas elpiji, ticketing dan sebagainya.Usaha kredit barang seperti; sepeda motor, kulkas, AC ditingkatkan sesuai kebutuhan anggota.Pengurus hendakanya memberdayakan asset KKGJ semaksimal mungkin melalui studi kelayakan.Memberikan pelayanan pembelian sembako atau mendirikan toko koperasi sekelas Alfamart di setiap wilayah kecamatan menjadi keinginan sebagian besar anggota.

Menjual beras kepada setiap anggota di seluruh kecamatan.Menyediakan ATK dan wahana peraga yang menjadi kebutuhan dasar sekolah.Menjual beras di seluruh kecamatan, dan Komisariat sebatgai agennya. Perlu meningkatkan kerja sama kemitraan dengan berbagai dunia usaha untuk memperkuat pengembangan usaha KKGJ.Mengadakan acara yang bersifat gebyar, seperti Gebyar Hadiah Tabungan, misalnya, juga dianggap penting untuk diadakan.

Menanggapi begitu banyak usulan anggota, Ketua Umum KKGJ periode 2014 – 2017 DR. Drs. H. Jamhuri Androfa, MM yang akan mengakhiri masa baktinya pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2017 mendatang, mengatakan; “Sebagian besar usulan tersebut telah terakomendasi menjadi program kerja pengurus tahun buku 2018. Androfa berjanji akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sampai masa baktinya berakhir, dan dipertanggungjawabkan dalam RAT.

Salah satu usulan anggota dalam pembahasan program kerja menaikan sisa hasil usaha (SHU), akhirnya memang dicantumkan mengalami kenaikan dari tahun 2016. Target SHU tahun 2017 sebesar Rp 7,6 miliar hasil yang dicapai adalah Rp 8,2 miliar. Untuk tahun buku 2018 SHU direncanakan Rp 7,9 miliar. “Namun harapkan bisa mencapai Rp 9 miliar,” kata Androfa.Pengurus mendatang, kata dia, diharapkan terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada anggota sampai di tingkat kecamatan.Jika sudah dimungkin, sampai di tingkat sekolah.

Pengurus, siapa pun yang terpilih nanti, tetap mengembangkan usaha KKGJ, karena pengembangan usaha itu sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.Yang tak kalah penting, memberikan beras berkualitas baik, beras hasil panen dari sawah KKGJ sendiri di Karawang, Jawa Barat. Kecuali simpan pinjam sebagai bisnis utama KKGJ, koperasi keluarga guru SD ini juga mempunyai berbagai unit usaha potensial, seperti; SPBU, SPBE, Toko Koperasi, Kolam Renang, Agen Elpiji,dan punya sekolah favorit di daerah Bogor dan Karawang, Jawa Barat.

Ketua Umum Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia PKPRI DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Bendahara Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI), H Hasanuddin, BSy,SH, saat memberikan kata sambutan pada RAK 2017, mengatakan; Bagi saya, KKGJ ini tidak asing.Dari tahun 1980-an ketika ditugaskan oleh Gubernur DKI Jakarta, Tjokropranolo untuk mengurus Koperasi Pegawai Pemerintah Daerah (KPPD) DKI Jakarta, mulai mengenal KKGJ. Karena itu tahu persis perkembangan pasang surutnya KKGJ.Puncaknya yang sangat memprihatinkan awal tahun 1980-an.Alhamdulillah KKGJ tetap eksis, terus berkembang sampai sekarang, dan sangat membanggakan.”

Kalau kita bicara soal koperasi, lanjut Hasanuddin, memang gampang sekali diucapkan.Tetapi yang namanya mengurus koperasi secara benar sangat sulit.Pengurus sudah berusaha jujur saja masih dicurigai oleh anggota.Tetapi selama ini, pengurus KKGJ walau sudah berganti-ganti, tetap menjalankan amanah anggota dengan baik, dan teruji.Karena itu KKGJ terus berkembang.KKGJ adalah koperasi besar pertama di jajaran koperasi fungsional di DKI Jakarta yang anggotanya mencapai di atas 10.000 orang.Saat ini anggota KKGJ masih sekitar 15.000-an orang.Koperasi besar kedua adalah KPPD DKI Jakarta.

Mengurus koperasi besar itu lebih rumit.Anggota belasan ribu, kepentingannya berbeda-beda, keinginannya juga berbeda-beda.Berkat kepiawaian pengurus dan pengawas serta manajemen, didukung partisipasi anggota yang cukup baik maka koperasi terus berkembang dengan baik pula.Menurut Hasanuddin, rencana kerja KKGJ tahun buku 2018cukup relevan, betul-betul meyakinkan, bisa direalisasikan. Bukan rencana kerja di awang-awang.Dari target-target rencana kerja yang disusun oleh pengurus, baik dari aspek pendapatan yang mencapai Rp 45 miliar lebih, dari 9 unit usaha.Dari semua unit usaha tersebut kontribusi terbesar adalah simpan pinjam.

Karena kebetulan sebagai Ketua Umum PKPRI DKI Jakarta yang anggotanya 315 koperasi primer, Hasanuddin mengaku tahu bahwa 99,9% yang laku dijual oleh koperasi fungsional adalah uang. Jualan uang ini pilihan, dan logis.Anggotanya pegawai negeri, penghasilan – gajinya sudah dibatasi.Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, mau tidak mau harus membentuk koperasi dan harus membesarkan koperasi.Ini adalah komitmen.Anggota KKGJ yang adalah para guru sekolah dasar (SD) butuh sesuatu jangan ke mana-mana, dan harus pinjam ke koperasi.

Koperasi itu fungsinya samaseperti bank. Kalau masih pinjam ke bank, berarti tidak loyal – tidak setia kepada koperasi.Padahal, koperasi itu milik anggota, sekaligus sebagai pengguna. Kalau pemiliknya sendiri tidak loyal – tidak setia, koperasi tidak akan bisa berkembang. Maju mundurnya sebuah koperasi sangat tergantung dari loyalitasdan kesetiaan anggota.

“Sebagai pengurus KPPD DKI Jakarta, tahu persis bagaimana kebutuhan pegawai yang menjadi anggota koperasi. HP saya 24 jam tidak pernah mati. Jam 01 ada anggota telpon mau pinjam uang di koperasi karena anaknya sakit di rumah sakit, esok harinya harus dilayani dengan cepat. Janji saya 1 jam cair, tapi ternyata 3 hari tidak cair. Malam malam pun saya telpon manager, kena anggota yang mau pinjam tidak dilayani. Sang manajer bilang; ‘sisa tkd-nya tinggal Rp 500.000,- dan gajinya sisa Rp 250.000,-  dia mau pinjam rp 25 juta,bagai mana?’Saya bilang, baguslah berhati-hati.Berarti tkd dan gaji anggota itu rata-rata sudah habis” tutur Hasanuddin.

Jika habis karena dipotong untuk bayar angsuran pinjaman di koperasi, tidak masalah. Masih bisa pinjam lagi.Nah, bila habisnya karena dipotong utang di bank, repot. Pinjam di koperasi itu untungnya akandikembalikan kepada anggota. Sebab, berapapun pendapatan setelah dikurangi biaya, sisanya akan dikembalikan kepada anggota sebagai SHU. Coba jika anggota pinjam di bank, tidak pernah dapat uang kecap waktu mau lebaran.Anggota yang cerdas harus pandai membandingkan, mana yang lebih menguntungkan, pinjam di koperasi atau pinjam di bank.

Kalau selama ini jualan koperasi yang laku adalah uang, berarti KKGJ harus banyak uang. Jika tidak punya uang, mau tidak mau koperasi harus pinjam kepada pemilik modal – bank. Resikonya, kalau utang di bank, harus bayar bunga bank. Anggota yang cerdas, tentunya lebih banyak menabung di koperasi.“Saat ini simpanan wajib di KKGJ baru rp 150.000,- ini sudah ketinggalan jaman,” kata Hasanuddin mengkritisi. Dia kemudian mencontohkan, di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang pernah dikunjungi, simpanan wajib anggota sudah Rp 250.000,- per bulan. Koperasi tersebut anggotanya guru, penilik sekolah, pegawai pertanian, peternakan dan pegawai daerah lainnya.“Mereka berani menyimpan untuk masa depanRp 250.000,- per bulan, masa guru di Ibukota Negara segala fasilitas cukup, bahkan melampaui daerah-daerah lain menabung di koperasi hanya Rp 150.000,- per bulan?” kritiknya .

Suka tidak suka, senang tidak senang, siap tidak siap guru yangnabung, di berusia 60 tahun harus pensiun.Karena itu harus rajin menabung di koperasi.Menabung di koperasi itu menabung dunia akhirat.Kita menabung, kemudian uangnya dipinjamkan kepada sesama anggota berarti kita ikut beramal soleh.Jadi manfaatnya memang tidak berlebihan, yaitu dunia akhirat.Koperasi pun terhindar dari berhutang untuk melayani anggota.

Saat ini harus diakui, KKGJ memang sedang menurun.Itu siklus, karena banyak guru yang pensiun, tetapi tidak ada penerimaan guru baru.Karena yang pensiun tabungannya diambil, secara otomatis jumlah tabungan di lembaga berkurang.Tetapi aset KKGJ masih tinggi, sekitar Rp 300 miliar, cukup untuk melayani anggota. Namun yang lebih bagus, jika dana untuk melayani anggota bukan uang dari pinjaman pihak ketiga, melainkan uang tabungan anggota. Dicontohkan, tabungan wajib di KPPD DKI saat ini Rp 400.000,- per bulan. Dengan jumlah anggota 11.000 maka setiap bulan masuk dana segar sebesar Rp 4,4 miliar atau sekitar Rp 50 miliar per tahun.

Anggota KKGJ 15.000 orang, rata-rata juga punya dapur.Mengisi dapur untuk kebutuhan sehari-hari, belanja ke mini market, supermarket atau dari toko koperasi?Kalau belanjanya ke supermarket, juga keliru.KKGJ punya toko. Jika kebutuhan satu keluarga; beras, gula, sabun, odol, minyak goreng, dan segala macam rata-rata Rp 2 juta per bulan, maka total belanja anggota mencapai Rp 30 miliar per bulan. Jika keuntungan bersih 5% saja maka setiap bulan akan mendapatkan keuntungan Rp 1,5 miliar. Atau setahun kurang lebih rp 18 miliar.Ini keuntungan bersih dari belanja kebutuhan pokok anggota.Belum keungan dari simpan pijam dan usaha-usaha lainnya, seperti SPBU dan SPBE.

JikaKKGJ mampu memberikan pelayanan kepada anggota sampai ke setiap sekolah, akan sangat efektif. Konsep itu memang sedang gaungkan di lingkungan anggota PKPRI DKI Jakarta.Daripada anggota belanja ke minimarket lebih baik belanja ke koperasi sendiri.Kita harus cerdas menjaring uang anggota koperasi agar tidak lari ke mana-mana.Pengurus KKGJ harus berfikir cerdas, memberikan pelayanan kepada anggota.Karena anggota KKGJorang-orang intelektual,guru itu berpendidikan tinggi, mencerdaskan anak bangsa, harus pandai membaca situasi era global saat ini. (my)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *