Kopetri Dituntut Lebih Profesional

Perkembangan bisnis Koperasi Pegawai Percetakan Uang Republik Indonesia (Kopetri) yang bergerak di bidang barang dan jasa di era sekarang, dituntut lebih profesional dan  dapat meraih segala peluang bisnis, sehingga target dalam Rencana Kerja dan Anggaran yang sudah diputuskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) dapat tercapai.

Dalam meraih peluang pasar, Kopetri harus memperhatikan keinginan  konsumen dan kualitas barang maupun pelayanan yang terbaik dibanding dengan pesaing Kopetri. Untuk mensiasati hal tersebut, kekuatan permodalan dan dukungan kelengkapan administrasi harus dapat diantisipasi sejak awal, sehingga tidak menjadi kendala pelayanan. Hal itu dikemukakan, Nungky Indraty selaku Pembina Kopetri dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2017 di Jakarta pada 7 April 2018 lalu.

Semangat dan upaya pengurus mengelola Kopetri, tambahnya, perlu diapresiasi. Karena dalam sitausi serba digital saat ini, Kopetri masih mampu bersaing dengan vendor-vendor luar. Harus diakui, tantangan cukup berat. Karena itu, diperlukan profesionalisme, kualitas, ketepatan kinerja, dan kreativitas yang dapat dijadikan andalan Kopetri. Sebagai Pembina, kata Nungky, menyampaikan terima kasih atas kinerja pengurus, pengawas, dan jajaran operasional di dalam mengelola Kopetri, sehingga Kopetri tetap eksis dalam melayani anggota dan non anggota. “Kami senantiasa mendukung pengembangan usaha-usaha Kopetri yang penuh inovasi. Karena itu, seluruh anggota agar berperan aktif dan berkontribusi, memberikan masukan, saran, dan kritik demi kemajuan Kopetri,” tegasnya.

Dalam Laporan Partanggungjawaban Pengurus Tahun Buku 2017, Ketua Kopetri, Idham Z.A. mengakui bahwa, realisasi program kerja tahaun 2017 masih banyak yang belum mencapai target. Misalnya, sosialisasi produk baru kepada anggota baru mencapai 40%. Program kerja yang terlaksana cukup baik dan mencapai 100% di antaranya pada divisi pengadaan barang dan jasa. Baik dalam peningkatan kemitraan secara berkelanjutan, pengadaan kendaraan, kerja sama dengan mitra kerja, dan tinjauan teknis ke pabrikan atau produsen.

Di bidang perdagangan,  yang terlaksana 100% antara lain relokasi klinik dan Apotek Teluk Arta Medika, Karawang, Jawa Barat dan perbaikan unit usaha di Jakarta serta promosi. Sedangkan pengembangan resto & food baru mencapai 25%.Bidang ini yang harus dipacu dan perhatian khusus. Di era global, Kopetri harus kerja keras agar mampu berkompetisi dengan unit usaha lain. Terutama penyediaan barang. “Jangan sampai barang yang dibutuhkan konsumen tidak tersedia di toko Kopetri,” tegas Nungky. Guna menunjang produktivitas usaha, lanjut dia, harus ditopang peralatan modern. Selama ini Kopetri masih menggunakan peralatan yang ada, seperti forklift, mesin potong, dan sebagainya. Untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman, perlu perluasan lantai pabrik dan ruang kerja yang sampai saat ini masih berupa program.

Sebagai Pembina, Nungky mengapresiasi kebijakan pengurus Kopetri yang mengikutsertakan pegawai dalam pendidikan dan pelatihan (Diklat) kompetensi perkoperasian, workshop, seminar, study banding maupun penimbaan ilmu lainnya. Untuk meningkatkan kualitas kinerja Kopetri juga mempersiapkannya melalui kaderisasi, penyesuaian pola remunerisasi, mutasi dan promosi pegawai, penerapan peraturan kepegawaian serta penyesuaian STO baru. Divisi keuangan, Kopetri berhasil melakukan penarikan kredit investasi dari perbankan, dan pendampingan pajak.

Diakui bahwa optimalisasi aplikasi system informasi baru mencapai 80%, penyediaan jaringan informasi – network juga baru 50%. Penyempurnaan kebijakan akuntansi, penyempurnaan system informasi simpan pinjam, inventory, pengembangan website dan pengembangan system jaringan antar unit belum tertangani dengan baik. Ini tantangan bagi pengurus baru periode bakti 2018 – 2021.
Dalam laporan partanggungjawaban pengurus tahun buku 2017, Ketua Kopetri, Idham Z.A. mengemukakan, Kopetri yang pada 28 November 2018 genap berusia 39 tahun telah memiliki 4 anak perusahaan. PT Kopetri Citra Abadi (KCA) yang didirikan pada 1995, bergerak di bidang cleaning service dan supplier bahan-bahan kimia. Untuk meningkatkan usaha di bidang pelayanan kesehatan, Klinik Bakti Kopetri dan Apotek Teluk Artha Media di Karawang, selain melayani anggota juga melayani masyarakat umum, termasuk perusahaan-perusahaan di sekitarnya.

Lahan di Tekuk Jambe, Karawang yang semula hanya 4.000 m2 diperluas men jadi 11.000 m2. Di atas lahan seluas itu, telah dibangun sentra usaha seluas 700 m2 dan setelah bekerja sama dengan PT Bank Bukopin, dikembangkan menjadi 1.000 m2. PT Kopetri Tirta Mandiri (KTM) didirikan tahun 2012, di Padalarang, Jawa Barat bergerak di bidang usaha air bersih – air minum dalam kemasan (Petri) dan memiliki saham 74,05%. PT Kopetri Duta Persada (KDP), berdiri tahun 2016 bergerak di bidang usaha properti di Karawang, Jawa Barat memiliki saham 50% dan PT Kopetri Buana Mobil (KBM), berdiri tahun 2016, bergerak di bidang usaha otomotif, pemegang saham  55%.

Jumlah anggota Kopetri per 31 Desember 2017 sebanyak 3.39 orang. Sedangkan omset usaha yang meliputi; simpan pinjam, toko, elektronik, jasa, kesehatan tahun 2017 sebesar Rp26.100.440. Pendapatan lain; lelang kendaraan dan sewa tempat sebesar Rp1.845.686. Posisi keuangan konsolidasi per 31 Desember 2017, aset lancar Rp73.512.037.799 dan total aset per 31 Desember 2017 sebesar Rp129.020.884.547 dengan sisa hasil usaha (SHU) dibagikan sebesar Rp4.158.150.888.

Ketua Pengawas, Muhidin didamping Aty Nurhayati dan Heri Susanto berpendapat bahwa kinerja pengurus Kopetri masa bhakti 2013-2017 cukup baik. Secara umum realisasi pelaksanaan program 2017 menunjukkan peningkatan partisipasi anggota dan pendapatan. Kepala Suku Dinas Koperasi, dan UKM Jakarta Selatan, Sita Damayanti, mengimbau agar pengurus mengajak anggota berperan aktif dalam memajukan Kopetri dengan semangat kebersamaan untuk meningkatkan usaha-usaha.

“Beberapa indikator keberhasilan pengelolaan Kopetri, bukan hanya dilihat dari naiknya SHU, tetapi juga ada beberapa indikator penting sebagai ukuran dalam menailai keberhasailan. Antara lain operasional yang menyangkut standard operating procedur (SOP), pengelolaan unit-unit usaha yang dibangun Kopetri, pengelolaan anak perusahaan dan pengelolaan kerja sama operasional. Di bidang keuangan  menyangkut tingkat pengelolaan dan ketersediaan kas dan bank, nilai predikat hasil audit keuangan oleh eksternal, peningkatan disiplin dan kepatuhan pegawai.

Pengurus Kopetri masa bhakti 2018-2021; Ketua: Agung Rahmadi, Sekretaris Idham Z.A., Bendahara: Supangat dan Pengawas Ketua; Adji Busono , Anggota Wahidin – Amat Juki.

(sutarwadi k.)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *