Kospin Jasa “Koperasi Kesatuan Bangsa”

Dengan semboyan; “Sehari Sehelai Benang Setahun Selembar Kain” atau menyisihkan sebagian kecil dari uang belanja Anda, atau uang jajan untuk ditabung. Tukang becak, tukang ojek, buruh bangunan, atau mereka yang berpenghasilan rendah tidak ada uang lebih. Berarti harus ada upaya paksa untuk dirinya bahwa menabung itu bagian daripada biaya. Menabung bukan dari sisa uang, melainkan sebaliknya, dari penghasilan dikurang menabung baru untuk biaya. “Menabunglah dari kekuranganmu supaya menjadi kelebihan.” Kalau menabung dari sisa-sisa, tidak akan ada sisanya. Suatu ketika, kita akan bisa memanfaatkan uang tabungan itu untuk keperluan yang lebih besar. Ungkapan itu menggambarkan perjuangan Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa yang didirikan pada 13 Desember 1973, dan diawali dengan modal Rp 4 juta pada saat ini, menurut laporan pertanggungjawaban pengurus yang disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2014, asetnya telah mencapai Rp4,8 triliun. Perputaran uang per hari mencapai sekitar Rp 4 miliar, dilayani dari 117 kantor, baik kantor pusat di Pekalongan, Jawa Tengah, maupun kantor cabang yang tersebar di 75 kota – kabupaten itu antara lain Palembang, Tegal, Solo, Semarang, Klaten, Sragen, Temanggung, Purbalingga, Purwokerto, Batang, Jepara, Brebes, Yogyakarta, Jakarta, Cirebon, Bandung, Surabaya, Lampung dan Denpasar dengan system online Dari usaha uang dimiliki 16.982 nasabah terserap tenaga kerja sekitar 200.000 orang. Untuk Kospin Jasa, tiada kata lain kecuali kata; “Luar Biasa!”

Ketika didirikan, Kospin Jasa menumpang pada sebuah toko elektronik PT Sekawan Muda di Jln. Hayam Wuruk, Pekalongan. Kemudian seiring kemajuan usaha mampu memiliki gedung sendiri di Jln. Dr. Cipto No. 84 Pekalongan. Kospin Jasa yang kini menjadi koperasi terbesar di Indonesia, adalah cermin keberhasilan menyatukan perbedaan-perbedaan yang terjadi karena latar belakang suku, etnis, agama, golongan, dan sosial menjadi satu komunitas yang terpadu dalam suatu usaha ekonomi bersama. Adalah H. Ahmad Djunaid (alm.) tokoh masyarakat, dan tokoh Gerakan Koperasi Indonesia (GKI) yang memprakarsai lahirnya Kospin Jasa.

Gagasan inti pendirian koperasi adalah bersatu – bersama membangun usaha. Pendiriannya dilandasi gagasan cemerlang untuk mempersatukan semua kekuatan ekonomi rakyat dari berbagai kelompok etnis; Pribumi, WNI Keturunan China, dan WNI Keturunan Arab. Pemikiran ini cukup strategis mengingat sering terjadi benturan-benturan antar mereka dalam persaingan bisnis maupun masalah sosial, agama, budaya dan lainnya. Maklum Pekalongan merupakan kota pesisir, temperamen masyarakatnya cukup keras, sehingga saat itu dikenal sebagai kota sumbu pendek. Itulah sebabnya Kospin Jasa dengan mudah menghimpun dana simpanan yang cukup besar pada waktu itu, di tengah-tengah krisis dalam ekonomi kerakyatan. Untuk itulah Kospin Jasa mendapat predikat “Koperasi Kesatuan Bangsa.

Pemilihan badan usaha koperasi sebagai salah satu model pembauran tentunya dengan pertimbangan bahwa anggota adalah pemilik sekaligus pelanggan dari koperasinya yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa memandang suku, ras, agama, golongan bahkan pandangan politiknya. Mereka semata-mata hanya ingin hidup bersatu padu, hidup berdampingan dalam rangka memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dan bergotong royong dalam wadah yang dinamakan koperasi. “Bersama Membangun Usaha” adalah motto yang menjadi pijakan Kospin Jasa dengan harapan semangat kebersamaan selalu terbina dan selalu melekat dalam gerak dan langkah semua anggota, mereka tidak ada beda, tidak ada batas, tanpa sekat menyatu bersama dalam mengembangkan usaha mereka masing-masing sekaligus memajukan Kospin Jasa yang dicita-citakan.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut bukanlah hal yang mudah, mengingat pembauran yang akan di laksanakan dalam badan usaha berbentuk koperasi. Walaupun keanggotaan salah satu koperasi di Pekalongan ada yang WNI keturunan tepatnya di Koperasi Persatuan Pembatikan Indonesia Pekalongan (PPIP), namun jumlahnya relatif sangat sedikit karena yang kita ketahui bahwa koperasi pada masa itu kebanyakan adalah koperasi batik, yang anggota, pengurus, dan karyawannya merupakan masyarakat muslim bahkan sebagian besar tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berpengaruh.

Pada tahun pertama itu telah tercatat sebanyak 81 anggota, jauh melampaui persyaratan minimum keanggotaan koperasi, yaitu 20 orang. Hal ini menandakan kuatnya nilai solidaritas masyarakat. Mobilisasi tabungan yang mencapai Rp 67,8 juta dalam waktu satu tahun juga membuktikan tingginya partisipasi masyarakat lokal Kota Batik dan sekitarnya itu. Anggota Kospin Jasa bukan hanya dari pengusaha batik dan tekstil, tetapi juga pedagang, sehingga dapat dihimpun dana dari sektor perdagangan. Selain itu para pengusaha batik dan tekstil yang masih mampu bertahan dari krisis ikut juga mendukung Kospin Jasa. Keunggulan Kospin Jasa adalah semua anggotanya pedagang, dan hal ini yang membedakan dengan koperasi-koperasi lainnya. Persyaratan ini menegaskan bahwa uang yang dipinjamkan kepada anggota semata-mata hanya untuk kepentingan bisnis. Inti dari keberhasilan koperasi itu adalah anggotanya yang terdiri dari orang-orang yang telah memiliki penghasilan cukup besar.

Dengan berbagai upaya pendekatan persuasif, gayung bersambut. Dan Kospin Jasa membuktikan mampu mengajak tokoh-tokoh dari segala etnis yang ada sehingga mudah mempengaruhi masyarakat tingkatan dibawahnya dari kalangan mereka untuk bersama-sama bergabung dengan Kospin Jasa. Pada tahun pertama anggotanya hanya 81 orang, dan kini sudah 4000-an orang dengan calon anggota yang dilayani mencapai ratusan ribu orang. Baik anggota, pengurus, pengawas, penasehat dan pelaksana terdiri dari tiga etnis yang ada (Pribumi, WNI Keturunan Tionghoa, dan WNI Keturunan Arab). Warna ke-Bhineka Tunggal Ika-an ini dipertahankan sampai saat ini, karena predikat “Pilot Proyek Koperasi Kesatuan Bangsa” itu diberikan oleh Ir. Ibnoe Sudjono (alm), Dirjen Koperasi pada saat itu.

Dengan VISI: Terwujudnya Koperasi Simpan Pinjam yang mandiri dan tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama dan berkeadilan di Indonesia, maka Kospin Jasa melakukan MISI-nya: Mengajak seluruh potensi yang ada dal am masyarakat dengan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama, agar mereka dapat bersatu padu dan beritikat baik dalam turut membangun ekonomi kerakyatan secara gotong royong dalam bentuk koperasi. Wujud dari kegiatannya yaitu membantu pedagang kecil dan menengah di dalam memobilisasi permodalan demi kelancaran usaha dengan harapan meningkatkan kesejahteraannya. Sebagai bagian dari badan usaha maka jaringan dibangun dengan berbagai mitra-mitra lainnya baik dengan BUMN, swasta maupun gerakan koperasi lainnya untuk bersama-sama ikut  berperan serta mengisi pembangunan ekonomi daerah setempat.

Berangkat dari VISI dan MISI yang sederhana, Kospin Jasa mampu membangun kepercayaan anggota, calon anggota dan koperasi lain beserta anggotanya, sehingga menjadi koperasi yang mandiri dalam segala bidang, baik permodalan, usaha, maupun manajemennya. Kepercayaan kepada Kospin Jasa tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses panjang yang dibangun dan diusahakan, baik dengan membangun performa moralitas SDM, kelembagaan, sarana prasarana, manajeman, keuangan dan likuiditasnya serta meningkatkan value (nilai jual) dari berbagai aspek.

Dalam merekrut anggota Kospin Jasa sangat selektif – berkualitas. Tujuannya agar dapat berpartisipasi aktif terhadap usaha koperasi, lebih-lebih dalam era persaingan yang sangat ketat seperti saat ini. Keaktifan semua anggota menjadi tolak ukur dari wujud keberhasilan multikultural yang dibangun melalui peran masing-masing, sehingga Kospin Jasa sebagai lembaga intermediasi keuangan yang dibangun dari multi etnis dapat saling menunjang dan bermanfaat bagi semuanya.

Sejak berdiri, Kospin Jasa telah menerapkan manajerial sistem. Rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi memilih pengurus dan pengawas dari anggota untuk masa jabatan 5 tahun dengan formasi ketiga etnis yang ada (Pribumi, WNI Keturunan Tionghoa, dan WNI Keturunan Arab). Pengurus bertindak sebagai policy maker – pembuat kebijakan, dan pengawas operasional serta hal-hal yang berhubungan dengan segi organisasi koperasi. Dalam aktivitasnya beberapa pengurus ditunjuk sebagai supervisi sesuai dengan sistem operasional yang ada.

Operasional sehari-hari dipegang – dikuasakan kepada Kepala Divisi, yang terdiri dari: Kepala Divisi Pengelolaan Dana, Kepala Divisi Operasional dan Pemasaran, Kepala Divisi Pinjaman dan Kepala Divisi Pengawasan dengan dibantu oleh Kepala Bagian Kantor Pusat dan pimpinan cabang beserta staf-staf. Untuk mengefektifkan kerja telah diangkat asisten pengurus. Manajemen setiap bulan mengadakan rapat pleno untuk mengevaluasi kerja bulan yang telah lalu dan menetapkan kebijakan – kebijakan yang akan ditempuh pada bulan berikutnya. Sistem pengawasan intern dilakukan oleh divisi pengawasan yang dibantu oleh beberapa inspektur bidang, sedangkan di tingkat kantor cabang dibentuk internal control unit (ICU).

Dalam konteks kekinian, Kospin Jasa Memiliki berbagai produk – kegiatan usahasimpan pinjam seperti; Simpanan Harian,Simpanan Harian Berjangka, Tabungan Koperasi (Takop), Tabungan Labbaika, Tabungan Hari Koperasi (Harkap), Tabungan Sadar Manfaat Koperasi (Safari), Tabungan Pundi Arta Jasa, Tabungan Bakti Ibu, Tabungan Sikesra, dan Pinjaman Harian Talangan Umrah, Pinjaman Anjak Piutang dan Pinjaman Pendidikan.

***

Keberadaan koperasi acapkali masih dianggap sebelah mata, dan tidak menarik bagi kalangan muda. “Namun ketika dikelola dengan sungguh-sungguh, profesional, amanah, kerja keras serta doa, kenyataannya mampu bersaing dengan perbankkan,” tutur, Ketua Umum Kospin Jasa, HM Andy Arslan Djunaid SE, saat RAT tahun buku 2014, pada 28 Maret, 2015.

Mengutip dari pakar yang telah mengadakan penelitian di Kospin Jasa, baik oleh Dr.H.Masngudi, Dr.H.Mardjani maupun lembaga peneliti lain, menyimpulkan bahwa keberhasilan Kospin Jasa disebabkan beberapa faktor di antaranya: Figur dan kharisma para pendiri. Perekrutan figur tokoh yang berpengaruh di lingkungan business dalam menentukan formasi kepengurusan (manajemen).

Penerapan manajemen terbuka dan rasional, dan seleksi yang ketat dalam penerimaan anggota, sehingga mewujudkan anggota yang berpartisipasi aktif dalam segala bentuk kegiatan usaha koperasi. Mendekatkan lokasi layanan pada sentra-sentra perdagangan para anggota. Mengikutsertakan semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama sehingga dengan kesadarannya tercipta  sense of belonging baik dari tingkat anggota dan para pengelolanya. Seleksi yang ketat dalam penerimaan anggota yaitu harus punya usaha, telah mendorong anggota koperasi yang berpatisipasi aktif dalam segala bentuk dilakukan dalam pertemuan para anggota secara berkesinambungan di kantor-kantor cabang. Forum ini dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan usaha masing-masing anggota.

Performance – penampilan perkantoran yang cukup memadai yang menumbuhkan kepercayaan dengan dukungan sarana dan prasarana yang dapat mempercepat pelayanan. Berjalannya pengkaderan dari kalangan tua yang memberikan kerpercayaaan – kesempatan kepada yang muda. Sense of business di antara pengelola, sehingga dapat mengutamakan ketepatan dan kecepatan layanan. Dukungan yang penuh dari masyarakat lingkungan dari pemerintah.

Memadukan modal sosio historis dengan nilai-nilai modern, Andy berhasil menjaga reputasi Kospin Jasa sebagai koperasi terbesar di Tanah Air. Dalam bisnis ada adagium bahwa generasi pertama membangun, generasi kedua mengembangkan, dan ketiga menghancurkan. Namun hal itu tidak berlaku di Kospin Jasa. Andy sebagai generasi ketiga pendiri Kospin Jasa malah berhasil mengembangkan usaha koperasi menjadi lebih besar. Tangan dinginnya sukses mempertahankan Kospin Jasa sebagai salah satu koperasi papan atas di Tanah Air.

Selain sukses meyakinkan masyarakat bahwa Kospin Jasa adalah koperasi terpercaya, kinerja keuangannya juga kinclong. Dana simpanan dan tabungan anggota terus meningkat. Untuk layanan konvensional tahun buku 2011 sebesar Rp 1,9 triliun menjadi Rp 2,2 triliun tahun 2012 atau naik 15,79%. Sedangkan layanan syariah naik 60, 90% dari tahun 2012 sebesar Rp 350,5 miliar menjadi Rp 564 miliar pada tahun 2013. Pertumbuhan usaha Koperasi berpengaruh terhadap perolehan pembagian hasil usaha anggota yang juga meningkat. Hasil usaha berupa Jasa Simpanan sebesar 21,64% atau naik dibanding tahun 2012 sebesar 15,08%. Sedangkan Jasa Pinjaman sebesar 16,47%. Sampai akhir tahun 2014, total aset Kospin Jasa sebesar Rp 4,8 triliun yang berasal dari konvensional dan syariah.

Metode yang diterapkan Kospin Jasa untuk meraih sukses adalah pemberian bunga pinjaman yang lebih kecil dari bank yakni 0,9 % per bulan. Hal itu dimungkinkan karena Kospin Jasa mempunyai dana besar yang berasal dai anggota dan perputaran uang di nasabah. Sementara bunga kredit dari bank rata-rata sekitar 1,1 – 1,5% per bulan. Perekrutan tokoh masyarakat di dunia bisnis yang berpengaruh dalam kepengurusan koperasi, juga mempermudah untuk pembukaan cabang di berbagai daerah potensial dan memudahkan akses nasabah dengan koperasi. Penerapan manajemen terbuka, membuat setiap anggota dan nasabah bisa melihat laporan keuangan koperasi setiap bulannya.

Kospin Jasa berkembang besar karena memiliki motivasi yang kuat untuk maju. Ada pikiran-pikiran besar dan obsesi untuk menjadikan koperasi yang terbesar. Anggapan bahwa koperasi tidak bisa besar adalah anggapan yang salah. Hal ini dibuktikan setelah Kospin Jasa diberi kebebasan untuk membuka cabang di berbagai daerah. Kinerja Kospin Jasa yang terus berkembang telah mengantarkan koperasi ini menjadi koperasi simpan pinjam terbesar di Indonesia. Ini bukti bahwa koperasi bisa menjadi besar apabila dikelola dengan baik, amanah dan profesional.

***

Mengingat  Kospin  Jasa  merupakan koperasi pertama dengan akses transaksi online dengan bank berbasis kartu (PermataBank) di Indonesia, Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatkan hal ini sebagai prestasi tersendiri. Kartu Debit Kospin Jasa danVirtual  Account dapat menjadi solusi pembayaran yang diberikan oleh Permata Bank dalam menopang kebutuhan transaksi perbankan para pengurus, anggota calon anggota dan karyawan Kospin Jasa yangterus berkembang. Kartu debit Kospin Jasa merupakan kartu debit yang memiliki fitur untuk bertransaksi seperti tarik tunai, transfer online antar rekening dan antarbank, beragam pembayaran seperti listrik,telepon, ponsel, asuransi, kartu kredit dan sebagainya, baik melalui ATM Permata Bank maupun ATM yang terhubung di jaringan seperti ATM Bersama, ALTO dan Prima – BCA.

Dalam konsep Virtual Account, setiap anggota dan calon anggota diberikan nomor unik yang mewakili suatu rekening melalui kombinasi nomor BIN (kode prefik bank) dan nomor rekening Takop Kospin Jasa, sebagai contoh, yaitu 16 nomor unik yang terbagi atas 4 nomor pemberian Permata Bank untuk Kospin Jasa. Dengan fasilitas ini, anggota dan calon anggota dapat melakukan pembayaran simpanannya di seluruh kanal distribusi  Permata Bank seperti layanan e-Channel yang meliputi Permata ATM, Permata Mobile, Permata Net dan Permata Mini  ATM (EDC). Selain itu, nasabah juga dapat melakukan pembayaran di jaringan kantor cabang dan ATM bank lainnya. Transaksi terjadi secara langsung dan seketika di lebih dari 25.000 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia kapan pun, di mana pun sehingga anggota dan calon anggota dapat dengan leluasa melakukan transaksinya.

Dari sisi Kospin Jasa, kerjasama Virtual Account ini akan memudahkan prosesidentifikasi transaksi yang dilakukan,sehingga Kospin Jasa dapat meningkatkanefisiensi operasionalnya, antara lain karena proses rekonsiliasi menjadi lebih cepatmengingat sistem terkoneksi secara Host to Host dan mengurangi open item/unclear payment. Kemudahan dan keleluasaan bagi anggota Kospin Jasa dalam melakukanpembayaran simpanannya merupakanhal utama yang senantiasa dikedepankan. Virtual Account yang dapat diakses denganmenggunakan beragam saluran distribusi, baik melalui elektronik maupun cabang, merupakan salah satu solusi dalammemberikan fleksibilitas tersebut.

Kospin Jasa juga meluncurkan produk baru M-Jasa serta mobil kas keliling untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota – calon anggota dan nasabahnya. Sebanyak lima buah mobil kas keliling diterjunkan pada sentra-sentra ekonomi rakyat, pasar-pasar tradisional dan kecamatan-kecamatan yang telah survey. M-Jasa dapat membantu melayani nasabah untuk melakukan mutasi dan transfer antar rekening. Andy mengakui tentang tingkat pertumbuhan aset dan kemampuan dana pinjam Kospin jasa yang telah mencapai angka triliunan rupiah tidak lain karena keberhasilan Kospin jasa menjalankan value perusahaan yang berbasis Trusty Value.

Sejalan dengan visi Kospin Jasa inilah ICON+ sebagai salah satu network provider jaringan telekomunikasi berbasis fiber optic siap menjadi patner solution yang mampu memberikan layanan infrastuktur jaringan dengan kualitas layanan yang handal dan coverage area terluas. Dengan dukungan layanan IPVN MPLS ICON+ yang digunakan untuk kebutuhan jaringan telekomunikasi antar kantor cabang, operasional bisnis dan layanan Kospin Jasa akan semakin mudah, cepat dan efisien. Hikmat Dradjat mengatakan ICON+ berkomitmen untuk berperan aktif dalam mempercepat proses transformasi Kospin Jasa menuju Koperasi Modern yang berskala internasional dengan operasi sistem online transaction berbasis ICT.

Ketika Andy ke Kanda bersama Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Drs. Setyo Heriyanto, M.M., mengaku bangga karena kartu ATM yang dikeluarkan Kospin Jasa bekerja sama dengan Visa, telah  berhasil digunakan untuk bertransaksi. Tidak hanya itu, sekitar 1.500 jamaah haji per tahun yang mendaftar melalui Kospin Jasa, juga dapat menggunakan kartu ATM di Arab Saudi.

Andy mengungkap pesan Ayahandanya (alm.) H.A. Zaky Arslan Djunaid yang wafat pada awal Maret 2012.  “Kospin Jasa maju dan besar karena kerja keras kalian semua (karyawan) dan kesetiaan anggota, bukan karena saya. Maka saya yakin, tanpa saya Kospin Jasa akan tetap besar dan maju.” Andy memaknai pesan tersebut bahwa mengelola koperasi harus bekerja keras melayani anggota. Dan untuk anggota harus setia pada koperasinya. “Insya Allah, kita akan dapat menjadi koperasi nomor satu di dunia,” kata Andy optimis.

PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII) juga menjalin kerja sama Kospin Jasa dalam Aktivitas Cash Management dan Rencana Penerbitan Kartu ATM Co-Branding. Dengan kerja sama dalam aktivitas cash management, BII mendukung Kospin Jasa untuk melakukan transaksi perbankan dengan menyediakan layanan BII CoOL Banking (Corporate On Line Banking). BII CoOL Banking adalah jasa layanan bank dengan media internet (web based) yang diperuntukkan bagi nasabah institusional untuk melakukan transaksi pembayaran dengan pemindahbukuan atau transfer antarbank lokal melalui pendebetan rekening dan akan mendapatkan informasi laporan transaksi pembayaran – penerimaan.

Melalui BII CoOL Banking, nasabah dapat melakukan akses perbankan via internet untuk melakukan cek saldo – mutasi rekening hingga dua bulan ke belakang, transaksi pemindahbukuan antar rekening BII (real time, online), dan pengiriman data pembayaran ke bank lain (LLG, RTGS dan outgoing transfer). “BII CoOL Banking merupakan solusi total dari BII yang akan mendukung proses bisnis yang cepat dan efisien bagi Kospin Jasa karena berlangsung online dan real time serta dapat diakses secara fleksibel, di mana saja dan kapan saja,” kata Dato Khairussaleh Ramli.

Kemitraan antara BII dengan Kospin Jasa, dalam penyediaan CoOL Banking dan rencana penerbitan Kartu ATM Co-Branding selaras dengan tujuan strategis BII untuk menjadi relationship bank terkemuka di Indonesia yang hadir di tengah-tengah komunitas, memberikan layanan melalui produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah serta layanan yang berkualitas tinggi. Misi humanizing financial services memperkuat komitmen bahwa dalam mengembangkan ekspansi bisnis, BII selalu berupaya berada di tengah-tengah komunitas, termasuk komunitas koperasi seperti dengan Kospin Jasa beserta segenap anggotanya.

Dalam penerbitan Kartu ATM CoBranding melalui On Line Host to Host Cobranding, sistem BII akan terkoneksi secara host to host dengan sistem Kospin Jasa. Dengan sistem ini, anggota Kospin Jasa dapat melakukan berbagai macam transaksi perbankan melalui jaringan BII ATM dan juga jaringan ATM bank lain. Penerbitan Kartu ATM Co-Branding BII Kospin Jasa berlangsung efektif setelah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia. (mar)

 

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *