Leonardus Frediyanto Moat Lering Menyalurkan KUR Meningkatkan Karakter Anggota

Bisa menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), bagi koperasi merupakan kepercayaan yang membanggakan. Sebab, lembaga keuangan non bank, seperti Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Koperasi Kredit (Kopdit) tak mudah mendapatkan kepercayaan. Yang pasti, koperasi itu harus sehat, dikelola secara profesional, dengan tata kelola yang baik dan benar. Namanya kredit usaha rakyat, tujuannya untuk memperkuat modal usaha, maka faktor jumlah anggota yang memiliki kegiatan produktif juga menjadi pertimbangan untuk diberikan kesempatan menjadi penyalur KUR.

Kepesertaan lembaga keuangan program KUR bersifat sukarela, tidak wajib. Menurut Menteri Koperasi dan UKM, A.A. Gede Ngurah Puspayoga, cukup banyak koperasi yang mengajukan permohonan untuk menjadi penyalur KUR. Tetapi sampai Maret 2019, baru ada 3 koperasi yang mendapatkan izin menjadi penyalur KUR, yaitu Kospin JASA Pekalongan, Jawa Tengah, Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan KSP Guna Prima Dana, Badung, Bali.

Koperasi penyalur KUR tidak harus besar. Yang penting sehat likuiditasnya, siap ketentuan dan syarat dipenuhi. Seperti loan deposit ratio (LDR), biaya operasional, non performing loan (NPL) – kredit lalai di bawah 5% seperti dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini jumlah penyalur KUR 42 lembaga keuangan, terdiri 35 perbankan, 4 lembaga keuangan non perbankan dan 3 koperasi.

Yang harus dilakukan peserta program KUR, mengajukan usulan kepesertaan kepada OJK atau Kementerian Koperasi dan UKM untuk dinilai tingkat kesehatan dan penilaian kinerjanya. Setelah mendapat rekomendasi, calon penyalur harus memiliki online system data KUR dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Tim penilai dan evaluasi koperasi sebagai calon penyalur KUR terdiri dari Asdep Penilaian Kesehatan Usaha Simpan Pinjam, Sesdep Bidang Kelembagaan dan Asdep Simpan Pinjam, Kementerian Koperasi dan UKM. Kinerja Kopdit Obor Mas tahun 2016 dinilai baik. Rasio kecukupan modal sebesar 29,35%. Sedangkan NPL sebesar 3,31%, atau lebih rendah dari persyaratan maksimal 5%. Dalam hal teknologi dan informasi Kopdit Obor Mas sudah melakukan transaksi secara online, sehingga transaksinya dapat diketahui setiap saat.

Calon penyalur juga harus memiliki kerjasama penjaminan dengan penjamin KUR. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, calon penyalur dapat melakukan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan (PKP), dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Untuk koperasi, KPA-nya adalah Kementerian Koperasi dan UKM. Sedangkan Kemenkeu, seperti dijelaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan fokus mengelola SIKP-nya.

Selain itu koperasi harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bersertifikasi. Banyak orang berfikir bahwa KUR itu dananya berasal dari pemerintah. Padahal dana KUR sebenarnya berasal dari koperasi sendiri. Sedangkan pemerintah hanya memberikan subsidi bunga – jasa. “Karena itu anggota yang pinjam dana KUR harus sungguh-sungguh mengangsur pinjaman. Jika sampai menunggak akan mengorbankan anggota yang lain,” jelas General Manager (GM) Kopdit Obor Mas Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak., membuka perbincangan dengan wartawan Majalah UKM dan majalahukm.com di kantornya, usai acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-35 tahun buku 2018, April 2019 silam.

Dengan adanya penguatan dari modal KUR, lanjut Yanto, begitu dia biasa dipanggil, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga anggota koperasi. Menurut Yanto, KUR ini sungguh suatu anugerah dari Tuhan bagi Kopdit Obor Mas, karena apa yang dicita-citakan untuk membantu anggota, boleh menikmati pinjaman dengan suku bunga – jasa yang rendah, 7% per tahun, menjadi kenyataan. Kopdit Obor Mas, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan koperasi kedua setelah Kospin JASA Pekalongan yang dipercaya menjadi penyalur KUR. Untuk tahun pertama, 2017, Kopdit Obor Mas mengajukan Plafon Rp100 miliar.

Karena jelang akhir tahun hanya dikabulkan Rp10 miliar. Rinciannya, Rp5 miliar untuk sektor usaha mikro, dan Rp5 miliar lainnya untuk KUR Ritel yang kemudian diubah menjadi KUR Kecil. Karena kali pertama menyalurkan KUR tinggal sepenggal waktu, dan anggota banyak yang belum tahu, plafon Rp10 miliar tidak terserap optimal. Yang tersalurkan sangat kecil, hanya Rp100 juta saja.

Tahun kedua, 2018, dapat kepercayaan untuk menyalurkan KUR Rp150 miliar, rinciannya Rp100 miliar untuk KUR Kecil dan Rp50 miliar untuk KUR mikro. Karena sejak 1 Januari 2018 ada perubahan aturan dari Sistem Informasi Debitur (SID), yang biasa dikenal sebagai BI Checking, beralih, awalnya dikelola Bank Indonesia (BI) kemudian dikelola OJK, maka harus menyesusikan dengan Sistem Informasi Layanan Keuangan (SILK) di OJK. Akibatnya, baik Kospin JASA maupun Kopdit Obor Mas baru mulai menyalurkan KUR di bulan November, sehingga tidak mencapai target. “Karena tahun 2019 penyaluran KUR bisa dimulai dari awal tahun (Januari) kami mentargetkan bisa menyalurkan Rp150 miliar,” tutur Yanto.

KUR adalah program pemerintah untuk membantu masyarakat – anggota koperasi agar bisa meningkatkan pertumbuhan sektor-sektor riil dengan memberikan pinjaman bunga murah. Kepada penyalur KUR, seperti Kopdit Obor Mas, misalnya, pemerintah tidak memberikan dana. Tetapi hanya memberikan subsidi bunga. Bunga KUR 7% per tahun, sehingga anggota hanya membayar bunga pinjaman kepada koperasi 0,58 per bulan efektif – menurun. Pemerintah memberikan rentangan subsidi bunga 7% – 10,5% per tahun. Yang 7% untuk KUR usaha kecil dengan plafon pinjaman Rp25 juta – Rp500 juta, dan untuk KUR mikro maksimal pinjaman Rp25 juta subsidi bunga 10,5% per tahun.

Untuk mendapatkan fasilitas KUR ketentuannya, anggota sudah punya usaha minimal 6 bulan. Bagi UKM bisa pinjam Rp500 juta harus punya surat izin usaha dari Dinas dan memiliki NPWP. Sedangkan KUR mikro izin usahanya cukup dari desa – lurah. Untuk mengurus legalitas izin usaha, tidak susah. Di kantor Dinas Pelayanan pun satu atap. Menjadi susah karena perilaku anggota belum terbiasa dengan hal-hal perizinan. Selama ini mereka berfikir kalau pinjam – simpan disiplin, angsur baik, dan karakter baik bisa pinjam KUR.

***

Setelah menjadi penyalur KUR banyak manfaat yang diperoleh. “Kami kini sejajar dengan bank. Kopdit Obor Mas juga punya 2 mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di kantor pusat dan unit mobil kas keliling untuk pelayanan jemput bola. Sehingga nama Kopdit Obor Mas juga semakin dikenal di NTT. Rencananya, ATM akan dipasang di setiap kantor cabang. Biaya sewa ATM cukup mahal, Rp8 juta per unit per bulan. Kami sangat bersyukur atas kepercayaan ini,” tutur Yanto.

Untuk mencapai target penyaluran KUR, Kopdit Obor Mas menyelenggarakan pendidikan finansial literasi bagi anggota agar dapat mengembangkan usaha produktif. Setelah itu diberikan pinjaman dari koperasi. Mereka yang pernah meminjam akan dijadikan pangsa pasar utama KUR ke depan. Gubernur NTT Victor Laiskodat sangat mengapresiasi program-program pemberdayaan ekonomi anggota yang selama ini terus dikembangkan oleh Kopdit Obor Mas.

Soal prestasi dan peningkatan kinerja, manajemen seperti dilaporkan oleh Ketua Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, S.Pd. sebagai pertanggungjawaban pengurus tahun buku 2018, koperasi yang didirikan tahun 1972 itu berhasil mencatat aset sebesar Rp729.532.000.455,- dengan total simpanan sebesar Rp637.828.531.029,- Data jumlah anggota sampai akhir Maret 2019 tercatat 88.159 orang tersebar di 13 kantor cabang di Provinsi NTT. Untuk melayani anggota, kini jumlah karyawan 326 orang. Terkait dengan kinerja keuangan, selama 20 tahun berturut-turut Kopdit Obor Mas yang diaudit oleh akuntan publik selalu mendapatkan opini wajar tanpa pengecualiasn (WTP).

Dari kerja kerasnya, berjuang membangun perekonomian rakyat dan menjadikan koperasi sebagai lembaga keuangan terpercaya, membangun Kopdit Obor Mas menjadi salah satu koperasi handal, sehingga dipercaya menjadi penyalur KUR, GM Kopdit Obor Mas dinobatkan sebagai salah satu tokoh penerima penghargaan dari pemerintah berupa Satya Lencana Wirakarya. Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Presiden Joko Widodo bertepatan dengan puncak peringatan Hari Koperasi Nasional 2018 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

“Saya sangat bersyukur dan bersukacita telah menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Bagi saya, ini bentuk pengakuan dari seluruh masyarakat Indonesia atas kinerja yang telah saya jalani,” ungkapnya. Waktu masuk di Kopdit Obor Mas, lanjut dia, karyawan baru berjumlah 11 orang dan aset sebesar Rp756 juta. Saat dilantik sebagai GM aset Kopdit Obor Mas senilai Rp998 juta. Sebagai orang nomor satu di jajaran manajemen, Yanto segera melakukan berbagai pembenahan, terutama di bidang pelayanan.

Diyakini, hanya dengan pelayanan terbaik kepercayaan anggota akan semakin meningkat. Langkah awal yang dilakukan mempersiapkan SDM melalui berbagai pendidikan dan pelatihan seperti yang menjadi dasar Kopdit; pendidikan – pendidikan dan pendidikan. Merubah job description karyawan di bidang administrasi dengan melakukan pembenahan termasuk di dalamnya komputerisasi untuk laporan keuangan dengan menggunakan system aplikasi General Ledger (GL) yang kala itu sedang tren.

Dengan memiliki system komputerisasi, Obor Mas melaju lebih cepat dari yang diperkirakan. Produk-produk turunan yang dibuat memberi ruang lebih banyak pilihan bagi anggota untuk menabung. Kini, Kopdit Obor Mas telah menjadi raja koperasi di NTT. Aset terus melambung, jumlah karyawan pun terus bertambah. Kopdit Obor Mas yang berkantor pusat di Jln. Kesehatan No. 4 Maumere, Flores, NTT, telah memiliki 14 kantor cabang di berbagai kabupaten dan kota di NTT, dan akan terus mengepakkan sayap membuat cabang-cabang baru di seluruh NTT. Pembukaan cabang baru dibutuhkan biaya investasi minimal Rp75 juta untuk bangunan, computer, dan jaringan.

Kopdit Obor Mas tetap pada core bisnisnya sebagai koperasi simpan pinjam. Selain simpanan pokok dan simpanan wajib, ada beberapa produk lain di antaranya; Simpanan Bunga Harian (Sibura), Simapanan Sukarela Berjangka, Simpanan Komunitas Suci, Simpanan Hari Tua, Simpanan Masa Depan, Simpanan Dana Kredit, dan Simpanan Khusus, Simpanan Pendidikan. Sedangkan untuk pinjaman ada dua yakni, pinjaman usaha dan pinjaman konsumtif (pendidikan, bangun rumah, dan sebagainya). Untuk menarik kaum muda berkoperasi, Kopdit Obor Mas sejak tahun 2018 membuka jenis tabunan baru, yaitu Tabungan Mahasiswa.

Dengan motto: Engkau Susah, Aku Bantu …, Aku Susah Engkau Bantu, seperti yang diajarkan oleh pendiri Credit Union Dunua, Reffeisen, membuat Kopdit Obor Mas mudah mensosialisasikan diri kepada masyarakat luas. Masyarakat diajak untuk melihat bahwa peran koperasi bukan hanya mengumpulkan dana dari masyarakat, tetapi juga menjadi penyalur dana dan bisa menolong masyarakat kala mengalami kesusahan. Dan itu telah dibuktikan.

NTT dikategorikan sebagai provinsi termiskin, terbelakang dan listerasinya terendah. Hal itu diungkapkan Gubernur NTT saat menjadi narasumber tunggal seminar sehari bertema; Mendorong Peningkatan Usaha-Usaha Produktif Anggota Melalui Program Kredit Usaha Rakyat Untuk Mencapai Kesejahteraan yang diselenggarakan oleh dua raksasa Kopdit di NTT yaitu Kopdit Pintu Air dan Kopdit Obor Mas. Namun total simpanan Kopdit Obor Mas yang bersumber dari 10 jenis produk simpanan naik dari akhir tahun buku 2017 sebesar Rp441,950 miliar menjadi Rp530,942 miliar.

Jumlah anggota pun bertumbuh 9.320 orang menjadi 86.767 orang pada akhir tahun 2018. Melihat animo masyarakat menjadi anggota koperasi sangat besar, Kopdit Obor Mas tahun buku 2019 mentargetkan pertumbuhan jumlah anggota 10.000 orang. Aset ditargetkan tumbuh Rp103 miliar dari akhir tahun buku 2018 sebesar Rp704 miliar menjadi Rp890 miliar diakhir tahun 2019. Target pinjaman beredar tahun buku 2018 sebesar Rp347 miliar menjadi Rp420 miliar akhir tahun buku 2019. “Kopdit Obor Mas tak mau hanya menjadi koperasi biasa-biasa saja. Tetapi harus menjadi koperasi yang luar biasa,” tegas Yanto.

Untuk memanjakan anggota, Kopdit Obor Mas meluncurkan produk layanan baru yaitu Mobile Obor MasAmor, menggunakan Elektronik Data Capture System (EDC). Lewat aplikasi ini Obor Mas ingin meningkatkan kualitas dan kepastian pelayanan kepada anggota. Uang yang disetor pasti ada di rekening Obor Mas. Tahap pertama Amor melayani angsuran pinjaman, simanan dan cek saldo. Namun dalam tahun ini juga akan diperluas pemanfaatannya ketika anggota membutuhkan uang tunai, dan untuk belanja di toko dan kios.

“EDC akan dititipkan di kios dan toko, ketika anggota belanja bisa gesek ATM Obor Mas,” Yanto menjelaskan, penggunaan fasilitas tersebut semata-mata untuk memberikan ketepatan pelayanan terhadap anggota. Amor menciptakan efisiensi dan efektifitas pelayanan kepada anggota. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya dan tenaga datang ke kantor. Loan Officer (LO) dari Obor Mas akan mendatangi kelompok untuk menerima setoran. Ketika jadual penyetoran, LO akan datang jemput bola, dan anggota tinggal tunggu. Itulah salah satu kenyamanan yang diberikan.

***

Membangun koperasi tidak semudah orang membayangkannya. Di koperasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain; koperasi adalah sebuah lembaga bisnis – lembaga usaha. Koperasi juga lembaga sosial, pemberdayaan dan lembaga demokrasi. Jika dari unsur-unsur itu disatupadukan, seperti meracik kopi, ada gula, ada moka, akan memberikan aroma sedap, dan nikmat. Namun jika tidak diaduk dengan baik juga akan bermasalah.

Kepiawaian meracik potensi, tahun 2011 Kopdit Obor Mas berhasil masuk nominasi dalam 3 katagori, masing-masing sebagai Koperasi Pertumbuhan Aset Tercepat, Pertumbuhan Modal Sendiri Tercepat, Paling Responsif Terhadap Perubahan Lingkungan Setrategis. Dan di katagori terakhir itu Kopdit Obor Mas berhasil menyabet Award Micro Finance 2011.

Suami Florida Hale, ayah dari orang putri; Maria Nona Andriyani Lering dan Scolastika G. Lering, mempunyai banyak pengalaman bagaimana mengelola koperasi secara professional. Sebagai lembaga keuangan, kata Yanto, kekuatan koperasi sangat ditentukan oleh faktor kepercayaan. Agar anggota percaya kepada koperasi sehingga mereka mau menabung sebanyak-banyaknya di koperasi sekaligus memanfaatkan produk-produk dan jasa pelayanan yang ada di koperasi, sangat tergantung bagaimana seorang pengelola berpikir menciptakan suatu setrategi sehingga anggota benar-benar percaya, merasa aman uangnya disimpan di koperasi.

“Kepercayaan harus direbut, kemudian dipegang teguh jangan sampai terlepas,” tegas Yanto. Terkait dengan kepercayaan, Kopdit Obor Mas yang berkantor pusat di Jln. A. Yani No. 10 Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki motto Melayani dengan Hati Nurani, juga dipercaya pemerintah menjadi pilot proyek koperasi primer bertaraf internasional. Menjadi koperasi besar bertaraf internasional, pasti menjadi idam-idaman setiap pengurus dan pengelola koperasi. Namun untuk menuju ke sana tidak mudah, dan banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Pengelolaan secara profesional menjadi persyaratan utama. Belum persyaratan-persyaratan lain, seperti misalnya, koperasi itu harus diaudit oleh auditor internasional.

Diakui Yanto, ditunjuk sebagai pilot proyek koperasi primer bertaraf internasional adalah anugerah, sekaligus tugas berat. Namun karena Kopdit Obor Mas sejak awal telah dikelola secara professional, dengan mengutamakan pelayanan terbaik bagi anggota, sepertinya tidak menjadi persoalan besar. Bagi Kopdit, acuannya memang standart CU seluruh dunia. “Kami siap diaudit auditor internasional,” tegas Yanto optimis. Jika kelak auditor internasional memberikan nilai plus, maka Kopdit Obor Mas boleh membuka cabang di Singapur, Thailand, Malaysia, Filipina, dan di mana saja. CU – Kopdit sepertinya akan lebih mudah diterima di berbagai Negara, karena standar CU di manapun sama.

Kualitas pelayanan, kata Yanto, menjadi faktor utama. Pengurus harus mampu memberikan pelayanan terbaik, sehingga anggota puas. Selain pelayanan, kualitas produk juga harus mampu bersaing, sehingga anggota merasa di koperasi itu tempat bertransaksi yang nyaman, dan lebih menguntungkan bagi dia. Saat ini Kopdit Obor Mas memiliki 30-an produk layanan. “Luar biasa,” begitu komentar yang baru mengenal Kopdit Obor Mas.

Sistem pengelolaan koperasi, kata Yanto yang setamat kuliah, 1992 pernah berkarir di Koperasi Unit Desa (KUD) Makmur selama 4 tahun sebagai penjaga toko koperasi, harus berbasis pada tata kelola yang sehat. Sehingga orang percaya, dan mau berinvestas – menabung di koperasi. Singkat kata, membangun kepercayaan itu menciptakan kualitas pelayanan, kualitas produk dan sistem yang menghasilkan tata kelola yang baik. “Semua itu terpulang pula kepada sikap orangnya. Bagaimana pengurus, pengawas dan pengelola bisa menghasilkan ketiga hal tersebut,” urai Yanto yang mulai bergabung di Kopdit Obor Mas sejak 1 Mei 1996.

Menciptakan menenjemen yang baik untuk meraih prestasi kerja, kata dia, juga tidak mudah. Butuh sebuah proses panjang. Salah satu caranya perlu pendidikan berkelanjutan. Kesejahteraan karyawan menjadi salah satu faktor penting. Mereka pun perlu diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan dan memberi kepercayaan menjadi pemimpin. “Itulah sebuah proses sehingga kaderisasi bisa berjalan dengan baik,” jelas Yanto seraya menambahkan bahwa Kopdit Obor Mas dikelola oleh tenaga-tenaga muda profesional.

Meski cukup banyak koperasi besar yang mampu mensejahterakan anggota dan karyawannya. Namun masih sulit kebanggaan menjadi orang koperasi, dan bangga berkoperasi. Untuk membangun kebanggaan itu, tidak mudah. Kita harus bisa membuat koperasi sebagai lembaga usaha – lembaga bisnis yang kuat, terpercaya dan profesional. Dengan minimal tiga faktor tersebut orang yang datang dan bergabung bisa merasa bangga.

Karena itu tugas pertama dan utama pengurus – pengawas – pengelola adalah membangun koperasi menjadi kuat. Jika koperasi itu kuat, orang yang datang mau bergabung, entah ingin menjadi karyawan atau menjadi anggota, dia akan merasa bangga. Ke mana-mana ditanya, dia akan bilang; “Oh, anggota Koperasi Obor Mas,” kata Yanto memberi contoh.  Untuk mencapai itu, sangat tergantung pada kemampuan SDM.

Karir Yanto bak busur panah, melesat cepat. Bergabung di Kopdit Obor Mas, awal 1998 tepatnya 24 Februari 1998 saat Indonesia tengah dilanda krisis ekonomi luar biasa, dia langsung dipercaya sebagai menejer. Dengan pengalaman dan ilmu akuntansi yang dikuasai, Yanto yang kelahiran Maumere, 20 Oktober 1968, itu banyak menciptakan perubahan.

Sebagai GM punya tanggung jawab penuh untuk mensejahterakan anggota, dan mengamankan aset koperasi. Yang harus diperhatikan internal koperasi itu seperti apa. Di mana kekuatan dan kelemahannya. Peluang dan ancamannya seperti apa. Lalu bagaimana jika koperasi berhadapan dengan pihak luar. Bulan-bulan awal menjabat GM konsentrasi Yanto melakukan konsolidasi, dan membangun team work – kinerja yang kuat. Kinerja itu akan terbangun dengan baik, jika ada transparansi – keterbukaan.

Seorang pemimpin perusahaan – koperasi, atau memimpin lembaga apa akan sukses jika dia mau berkomunikasi dengan baik secara terus-menerus dengan anak buah, transparan, disiplin dan tidak untung duluan. Dengan konsep seperti itu akan tercipta satu team work – kinerja yang sangat kuat. Yanto melakukan seperti itu. Dengan kinerja yang baik, bisa menciptakan kualitas pelayanan yang bagus, kualitas produk yang bagus dan juga sistem pengendalian serta goodgovernance – tata kelola yang baik.

Terbukti, ada pihak lain yang melihat dan mengakui serta memberikan penghargaan, Award Micro Finance 2011, yang baru kali pertama diadakan. Dia juga bersyukur karena Kementerian Koperasi melihat Obor Mas, padahal tempatnya sangat jauh dari Jakarta, dan mengakui apa yang diperbuat selama ini adalah baik dan benar  untuk kesejahteraan anggota dan kepentingan masyarakat. Kesuksesan yang diraih ini merupakan akumulasi dari seluruh proses yang dilakukan secara bersama-sama. “Ini merupakan hasil team work,” jelasnya.

Inovasi mengelola sebuah usaha tidak gampang. Untuk meraih hasil yang lebih baik, kita harus berinovasi. “Inovasi yang terus dikembangkan di Kopdit Obor Mas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada anggota, antara lain, inovasi produk simpan pinjam setiap tahun terus dilakukan pemutakhiran. Dasarnya dari survei terbatas di kalangan anggota. Karena Koperasi Obor Mas hanya bergerak di produk simpan pinjam, maka kedua produk itu pelayanannya selalu diaktualisasi.

Bagi karyawan, agar mereka tidak merasa jenuh dilakukan rolling – mutasi kerja dari satu cabang ke cabang lain. Promosi jabatan pun dilakukan secara berjejang sehingga menumbuhkan gairah kerja bagi karyawan yang ingin mencapai jabatan lebih tinggi. Mengikuti pendidikan yang diselenggarakan koperasi, bagi karyawan Kopdit Obor Mas wajib hukumnya.

Untuk memacu prestasi kinerja, diterapkan system target. Setiap kantor cabang, diberi kesempatan untuk berinovasi. Jika mencapai target mereka diberikan bonus dan penghargaan. Namun sebaliknya, bila tidak mencapai target juga ada punishment. Jadi sistem yang sudah dibangun, ada reward ada punishment. Dengan sistem itu membuat karyawan – menejer berjuang dan berkompetisi untuk mencapainya. Karena sudah ada sistemnya, tanpa GM pun semua berjalan dengan baik. Semua tugas dan tanggung jawab sudah dibagi, GM hanya membuat kebijakan, kontrol dan melakukan evaluasi secara ketat atas implementasi tugas dan kepercayaan yang telah dibagi.

Tugas yang dibagi, kata dia memberi contoh, kalau dia sebagai menejer cabang, diberi kepercayaan penuh untuk memenej uang simpanan dan pinjaman. Dia juga diberi wewenang untuk menyalurkan pinjaman maksimal X rupiah per peminjam. Lebih dari X rupiah harus mendapat persetujuan dari GM. Sebelum menjadi menejer cabang mereka diwajibkan untuk mengikuti pelatihan menejer. Biasanya diselenggarkan oleh Puskopdit – Inkopdit. Minimal mereka harus menguasai akuntansi. “Itu yang terpenting,” tegasnya.

Dengan sistem yang bagus, dan kaderisasi terus berjalan sehingga siapa saja yang mengelola Koperasi Obor Mas akan terus berkembang. “Saya terus mendorong mereka untuk menjadi orang yang luar biasa. Para menejer cabang suatu ketika harus menjadi orang yang luar biasa.

Masih banyak orang berpikir, kerja paling enak jadi pegawai kantoran. Padahal yang paling bagus adalah menjadi wirausaha. Kerja di kantor, apa pun jabatannya, sebenarnya pesuruh. Dia disuruh pemilik modal untuk kerja keras sehingga perusahaan bisa untung besar. Keuntungan itu sebagian besar dinikmati juragan – majikan – pemilik modal, sementara karyawan, mulai OB sampai top menejer hanya mendapatkan bonus, dari sebagian kecil keuntungan.

Pembinaan terhadap wirausaha anggota Kopdit Obor Mas, menjadi tanggung jawab koperasi. Pembinaan, terutama untuk merubah mental dan pola pikir instan, ingin cepat kaya, dan ingin cepat menghabiskan apa yang didapat. Agar usaha tidak gagal, kita harus cermat, hemat, cerdas, hati-hati dan fokus. Yang tidak kalah penting juga semangat tinggi untuk melakukan perubahan. Kalau dia focus, akan menjadi ahli di bidangnya. Banyak orang gagal karena tidak fokus, terlalu banyak keinginan.

Yanto begitu antusias untuk mengembangkan wirausaha, karena sejak, masih sekolah dasar (SD), terbiasa berwirausaha. Waktu kelas IV – VI, saat sekolah libur, jualan es. Ketika duduk di bangku SMP ikut ayahnya memproduksi batu merah (bata). Lulus kuliah, sebelum mendapatkan pekerjaan di KUD Makmur 1992, mengelola industri batu bata. Bahkan industri batu bata itu dikembangkan, baru stop tahun 2005. Karena pekerjaan di kantor terlalu padat. Kegiatan usaha dilanjutkan oleh adik-adik, dan sampai sekarang jalan.

Pilih mengembangkan koperasi, karena koperasi juga bagian dari entreprrneur. Di koperasi juga bisa mengaktualisasikan kemampuan memenej suatu produk untuk menciptakan nilai lebih. Bisnis, pada dasarnya memang begitu. Entrepreneur intinya bisnis juga, bagaimana membuat sesuatu yang tidak bernilai menjadi punya nilai lebih, sehingga ada surplus. (adit – mar)

 

This entry was posted in Cerita Sampul and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *