Ribuan UKM Unggulan Ingin Ikut Menikmati Kue Asian Games 2018

Tidak lama lagi, dua kota besar, Jakarta – Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018, bakal menjadi magnet dunia dimana semua mata tertuju ke ajang bergengsi negara-negara di Asia. Total 13.000 atlet, 5.650 official dari 45 negara, ditambah 15.000-an sukarelawan akan berpartisipasi dalam Asian Games 2018 yang akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo pada 18 Agustus, dan berlangsung hingga 2 September 2018. Korea Selatan dan Korea Utara untuk kali pertama dalam sejarah Asian Games juga akan mengirimkan tim gabungan pada 3 cabang olahraga. Sementara 6.500 perwakilan media hadir untuk memastikan seluruh warga Asia mendapat berita terbaru kegiatan ini. Hal tersebut menunjukkan kekuatan peran olahraga untuk persatuan.

Presiden berharap atlet Indonesia yang berlaga di ajang Asian Games 2018 dapat menyumbangkan banyak medali, demi mencapai peringkat 10 besar. “Saya minta masuk 10 besar syukur-syukur bisa delapan besar. Sepakbola diharapkan masuk 16 besar, syukur bisa ke final,” kata Presiden. Sejumlah cabang olah raga yang diharapkan menyumbangkan medali antara lain; panahan, tinju, bulu tangkis dan olahraga favorit lainnya. Presiden menekankan, harus ada target-target, karena kita ingin semua cabang bisa menyumbangkan medali emas, perak atau perunggu. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan posisi Indonesia berada di urutan ke-17 dalam daftar perolehan medali. Kala itu Indonesia mendapat 4 medali emas yaitu 2 dari bulutangkis (ganda putra dan ganda putri), atletik nomor lompat jauh putri, dan dari wushu.

Perhelatan Asian Games 2018 diharapkan juga menjadi peluang bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia untuk branding produknya ke luar negeri. Hasil hitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga memperkirakan total dampak ekonomi langsung penyelenggaraan Asian Games 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung dan operasionalisasi acara sebesar Rp 45,1 triliun terhitung sejak 2015 hingga 2018, yaitu sejak persiapan sampai dengan acara berlangsung.

Penyelenggaraan tersebut akan memberikan legacy – warisan dan membawa dampak positif yang besar bagi Indonesia baik dari sisi dampak ekonomi, dampak sosial dan juga alih pengetahuan dari negara maju di Asia bahkan dunia. Asian Games 2018 bukan hanya ajang untuk adu prestasi melainkan juga sebagai ajang untuk menciptakan perdamaian di Asia dan khususnya Indonesia. Meski dilaksanakan hanya di DKI Jakarta dan Palembang, dampak secara ekonomi sampai ke banyak wilayah. Sebab, banyak produk merchandise dari UMKM tersebar di sejumlah daerah. Yang tak kalah penting banyak tercipta lapangan pekerjaan baru karena perusahaan-perusahaan akan meningkatkan produksi.

Dampak ekonomi dari pengeluaran pengunjung selama tinggal di lndonesia diperkirakan mencapai Rp 3,6 triliun dengan komposisi 88% pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan. Selanjutnya, 4,67% pengeluaran oleh atlet, 3,96% pengeluaran awak media, 2,34% pengeluaran official, dan 0,77% pengeluaran sukarelawan. Pengeluaran pengunjung, termasuk pembelian merchandise resmi Asian Games. Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp 1,3 triliun rupiah.

Perhelatan Asian Games 2018 dipastikan Guru Besar Ilmu Manajamen Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Rhenald Kasali akan membawa dampak positif bagi UMKM. “Setiap kegiatan yang menarik banyak  orang yang datang, baik atlet, masyarakat, atau panitia pasti akan membuka peluang ekonomi. Sebagai contoh, banyak dari pengunjung yang secara umum membawa cinderamata dari daerah tersebut sebagai kenang-kenangan,” ungkap Rhenald. Jika ditelaah lebih jauh, potensi yang ada bukan hanya sebatas cinderamata. Bila dikelola dengan baik, kawasan ini dapat menjadi future market sebagai destinasi wisata dan MICE – Meeting, incentive, convention, exhibition. Bahkan, ini bisa menjadi investasi sekaligus bagian dari rantai pasok global.

Para pelaku UKM di Indonesia harus mensyukuri hadirnya event internasional itu. Karena, dengan Asian Games 2018 di Indonesia, maka produk-produk UKM kita akan tumbuh dan ekonomi kerakyatan akan berkembang. Para UKM yang bergerak di sektor usaha kuliner, kerajinan tangan (souvenir), termasuk perajin Songket di Sumsel, dan batik Betawi bakal hidup dan diuntungkan dari gebyar Asian Games 2018. Songket, merupakan produk handmade para perajin, bukan hasil mesin merupakan keunggulan dan kekhasan produk UKM kita. Diyakin songket Palembang akan menjadi buruan spesial para pelancong Asian Games. “Karenanya harus dijadikan event ini sebagai peluang bagi produk UKM kita,” kata Menteri Koperasi dan UKM, A A Gede Ngurah Puspayoga.

Asian Games 2018 telah membawa pengaruh bagi sejumlah UKM. Du’Anyam merupakan salah satu UKM yang merasakan dampak positif gelaran ini. Melia Winata pemilik Du’Anyam mengatakan telah memproduksi 4.500 produk cinderamata yang ditargetkan akan terjual hingga 30 ribu produk hingga akhir tahun. Terlibat dalam acara sebesar Asian Games 2018 juga memberikan dampak positif kepada ibu-ibu penganyam di Flores. Ibu-ibu semakin termotivasi untuk membuat karya anyaman yang terbaik, belajar membuat produk baru yang diinginkan oleh pasar dan yang terpenting adalah melestarikan kembali kerajinan anyaman yang sudah mulai ditinggalkan.

Dampak multiplier effect dari Asian Games terhadap masyarakat Indonesia tidak hanya terjadi dalam sekejap, multiplier effect terjadi di beberapa sektor, mau pilih yang mana, promosinya, pemberitaan, penginapan tempat wisata yg baik dan LRT. Agar lebih mendorong perekenomoian Indonesia, libatkan anak muda. Para pelaku bisnis dapat memproduksi kerajinan khas Palembang seperti songket, jumputan, blongso, dan tajung. Ada juga Batik Palembang, Lakuer (Leker) dan ukiran khas Palembang untuk dijajakan kepada para peserta, tamu serta pengunjung Asian Games 2018 sebagai oleh-oleh. Beberapa kain khas Palembang ada yang terbuat dari kain sutera dan ada juga dari benang emas. Batik yang paling terkenal di daerah Palembang adalah Batik Jepri dan Batik Lasem. Sementara, Lakuer Palembang adalah kerajinan tangan yang terbuat dari kayu pohon kemalo atau mahoni, dibubuhi dengan tinta cina yang biasa diberi warna merah, hitam dan emas.

Hampir disetiap kegiatan, kaos selalu menjadi incaran pembeli. Selain harganya yang ekonomis, gambar ikon daerah yang dipadukan dengan tema Asian Games pada kaos menjadi daya tarik tersendiri di mata para pengunjung. Kaos yang diincar yaitu berbahan tebal dan halus dengan berbagai pilihan warna yang elegan dan menarik. Bisnis tas, sama halnya dengan kaos. Gambar yang ditampilkan tidak jauh berbeda dengan kaos. Hanya saja bentuk dan bahan yang dipakai berbeda. Biasanya, bahan yang dipakai untuk pembuatan tas adalah kanvas, blacu, dan drill. Selain bisa digunakan untuk barang bawaan, tas juga berfungsi sebagai pelengkap fasion. Jenis tas yang dipilih adalah tas jinjing.

Makanan dan minuman adalah hal yang wajib ada dalam seluruh kegiatan, tidak terkecuali acara Asian Games. Para pengunjung dari berbagai Negara dapat mencicipi segala makanan dan minuman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, seperti gado-gado, nasi goreng, rendang, bir pletok, pempek Palembang, dan sebagainya. Berdasarkan data terbaru, produksi pempek mencapai 6,4 ton hingga 7 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan oleh-oleh para pendatang dan penjualan di dalam kota. Makanan khas Palembang yang berbahan utama ikan ini memiliki pasar yang menjanjikan seiring dengan berkembangnya belanja online. Dalam dua tahun terakhir, banyak bermunculan bisnis pempek online dengan proses pengiriman yang tidak menjadi masalah. Kuliner ini dapat dikemas dengan cara divakum sehingga dapat awet selama pengiriman.

Permintaan diperkirakan melonjak tajam saat perhelatan Asian Games XVIII tahun 2018. Dengan 13 cabang olahraga yang digelar di kota Palembang, diperkirakan akan kedatangan atlet dan ofisial serta wisatawan puluhan ribu orang. Memanfaatkan moment tersebut, Pemkot Palembang telah berkoordinasi dengan asosiasi pempek untuk memenuhi kebutuhan para tamu negara saat Asian Games mendatang. Pada dasarnya, pengusaha pempek di Palembang sudah menyanggupi. Apalagi, mereka juga sudah didukung teknologi pengemasan berupa plastik kedap udara sehingga pempek bisa tahan hingga 2 hari untuk dibawa pulang ke negara masing-masing peserta. Pemerintah Kota Palembang sangat mendukung makanan khas daerah, pempek bisa “go internasional” saat Asian Games 2018 berlangsung.

***

Hari pertama kerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno langsung menemui pelaku UMKM yang tengah mengikuti; Pemasyarakatan Kewirausahaan dan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Anggota Koperasi Industri Kecil, di Gedung Serba Guna Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta. Keduanya menyampaikan kepada forum bahwa salah satu program utama 5 tahun ke depan adalah mengembangkan UMKM, kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji, akan menunjukan keberpihakannya kepada UMKM, dan memberikan peluang pasar.

Bertepatan dengan pelaksanaan Asian Games 2018, di Jakarta – Palembang pada 18 Agustus – 2 September, Sandiaga mengaku, telah melakukan pendekatan dengan panitia pusat, Indonesia Asian Games Organizing Comitte (INASGOC) agar UKM juga diberi kesempatan untuk ikut menikmati keu ekonomi penyelenggaraan Asian Games 2018. Bahkan gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sudah merencanakan untuk melibatkan UKM dalam perhelatan akbar tersebut. Begitu ada stetmen dari Wagub, Dinas KUMKMP DKI Jakarta langsung menindaklanjuti. Kepala Dinas KUMKMP, Irwandi segera mengumpulkan pelaku UKM unggulan se-Jakarta untuk bersiap diri menyambut Asian Games 2018.

Sayangnya, ada bebertapa hal yang menjadi ganjalan bagi UKM. Ada ketentuan dari Indonesia Asian Games Oragizingh Commette – INASGOC bahwa produk-produk yang dijual di area Asian Games 2018 di Jakarta – Palembang yang menggunakan logo dan ikon Asian Games 2018 harus membayar fee kepada INASGOC. “Ini yang memberatkan UKM. Saya sudah melakukan negosiasi dengan INASGOC tetapi tidak bisa,” jelas Irwandi saat diwawancarai wartawan Majalah UKM di kantornya, usai penyerahan UKM Award 2018, beberapa waktu silam. Agar pelaku UKM bisa ikut menikmati kue ekonomi Asian Games 2018, jalan keluarnya menampilkan produk-produk dengan desain yang menonjolkan Jakarta, misalnya, AG2 Jakarta 1962 – 2018 tanpa ada logo dan ikon Asian Games 2018.

INASGOC membagi keikutsertaaan UKM pada pesta Asian Games 2018 dalam dua bagian. Yaitu yang berhak menggunakan lisensi Asian Games 2018 dan yang tidak berhak. INASGOC juga menyediakan lapak-lapak jualan bagi pelaku UKM selama pesta multi-cabang olahraga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade ini. Pelaku UKM dapat berjualan selama Asian Games di area ring tiga yaitu sepanjang jalan di sekitar komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. INASGOC mengimbau para pelaku UKM di Indonesia untuk tidak menggunakan segala hak cipta intelektual Asian Games 2018. Misalnya seperti logo, maskot, kata Asian Games, bahkan warna-warna yang mengasosiasikan kejuaraan olahraga itu dalam produk maupun jasa mereka. Namun, INASGOC juga tidak memaksakan pelaku UKM untuk mendapatkan lisensi Asian Games 2018, karena memang harus memenuhi persyaratan tertentu.

Meskipun logo Asian Games 2018 dibuat Indonesia selaku tuan rumah, tetapi kepemilikan property logo itu adalah milik Olympic Council of Asia – OCA. Kalau kita ingin menggunakan logo Asian Games 2018 harus minta izin ke OCA. Peraturan OCA, 1 kilometer di luar venue UKM diperbolehkan berdagang, tetapi tidak bisa sembarangan. Ketua INASGOC Erick Thohir memastikan akan ada kurator dari Pemprov DKI Jakarta dan INASGOC yang menentukan usaha mana saja yang boleh berjualan. Tujuannya, agar UKM yang dijual itu berkualitas baik. Dinas KUMKMP diminta untuk melakukan pembinaan agar UKM menjaga ketertiban dan kebersihan. Hal tersebut dilakukan agar venue seperti Gelora Bung Karno tidak jadi lautan sampah karena banyak yang berjualan.

Irwandi menuturkan, pelaku UKM di DKI Jakarta akan lebih mempromosikan ciri khas daerah seperti batik Betawi dan kearifan lokal lainnya. Kita mengundang ribuan orang untuk datang ke Indonesia dari 45 negara selama penyelenggaraan Asian Games, hendaknya kesempatan itu dijadikan sebagai ajang mempromosikan produk lokal kita agar lebih dikenal dunia. Para pelaku UKM di Jakarta, akan membuat souvenir Asian Games 2018, khusus digelar di Jakarta. Mereka akan langsung menjual produk tersebut tanpa melalui perantara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dinas KUMKMP akan membuat merchandise, dan mengajak 500-an UKM membawa ribuan item produk unggulan.

Agar memudahkan tamu mancanegara atau atlet membawa pulang souvenir, kata Irwandi, yang diproduksi souvernir berukuran ringan, seperti; kaos, selendang, boneka, gantungan kunci, handuk, topi, tas, dompet, dan lainnya. Dinas KUMKMP bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) melakukan kurasi barang-barang yang diproduksi. Tujuannya agar souvenir yang diproduksi terjaga kualitasnya. Seleksinya ketat, tidak main-main dan tentu harus kualitas premium, yang bisa go internasional. Karena yang datang tamu-tamu dari manca Negara, dari seluruh kawasan benua asia. Pesertanya memang 500-an UKM, tetapi soal omzet, belum bisa diprediksi karena tidak diperbolehkan menggunakan logo dan ikon Asian Games.

Untuk meningkatkan daya saing dan memperoleh pangsa pasar yang lebih luas, produk-produk UKM harus mendapatkan legalitas standarisasi dari Badan Standariasi Nasional – BSN. Dengan produk yang berstandar pelaku usaha mampu meningkatkan keuntungan yang lebih mulai dari efisiensi produksi hingga memiliki omzet yang besar. Sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, BSN bekerjasama dengan pemerintah daerah guna melakukan pembinaan para pelaku usaha dalam penerapan SNI.

Pemerintah daerah harus berperan aktif dalam membina dan memfasilitasi UKM dalam penerapan standar. BSN juga telah menginisiasi kerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka meningkatkan daya saing UKM, seperti; sinergi melakukan pendampingan penerapan dan sertifikasi SNI kepada UKM, peningkatan kompetensi pembina UMKM dalam penerapan SNI, dan bersama-sama mempromosikan UKM penerap SNI melalui pameran atau media massa.

Setahun terakhir, pertumbuhan UKM baru di DKI Jakarta meningkat sekitar 12% dari kurang lebih 172.000 unit, meningkat menjadi kurang lebih 175.000-an, itu yang terdata. Hal itu tidak terlepas dari pengembangan kewirausahaan program OK OC, andalan Anies – Sandi. Yang paling meningkat pedagang – PKL, karena dikembangkan OK OC. “Yang paling gampang memang dagang, terutama dagang makanan. Kalau dagang di rumah sepi, mereka kemudian dagang di pinggir jalan.

Yang menjadi kendala, para pedagang itu mengelar dagangan di trotoar. Memang teidak ada lagi pilihan,” tegas Irwandi. Yang harus dilakukan, lanjut dia, adalah menata, jangan sampai seluruh trotar tertutup habis, dan pejalan kaki kehilangan haknya. Kini sedang dikembangkan, off up market  boleh jualan mulai sore hari, buka jam 17.00 – tutup jam 00, sehingga siang bersih. “Jika dilarang semua, ekonomi masyarakat akan mati. Kalau mengharapkan Jakarta ini clear seperti Singaupur, sulit.  Di Jakarta yang nganggur masih tinggi, sekitar 300.000-an.

Keberpihakan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang mampu menciptakan kondisi kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM, dalam beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan. Kebijakan terbaru adalah menurunkan pajak penghasilan (PPh) final bagi pelaku UMKM dari 1% menjadi 0,5% yang mulai berlaku efektif per 1 Juli 2018, tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 23 tahun 2018. Kebijakan tersebut diluncukan Presiden 22 Juni 2018 di JX International (Jatim Expo) Surabaya, yang dihadiri 2000-an peserta pelaku UKM di Jawa Timur. PP itu mengatur pengenaan PPh Final bagi wajib pajak yang peredaran bruto (omzet) usaha sampai dengan Rp 4,8 miliar dalam 1 tahun, yang merupakan perubahan atas ketentuan pengenaan PPh Final sebelumnya (PPh 46 tahun 2013).

Kebijakan itu dimaksudkan untuk mendorong pelaku UMKM lebih ikut berperan aktif dalam kegiatan ekonomi formal. Dengan memberikan kemudahan kepada UMKM dalam pembayaran pajak dan pengenaan pajak yang lebih berkeadilan, akan meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia. Dengan pemberlakuan PP ini diharapkan beban pajak yang ditanggung oleh pelaku UMKM menjadi lebih kecil, sehingga pelaku UMKM memiliki kemampuan ekonomi yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan melakukan investasi. Sehingga UMKM semakin berperan dalam menggerakkan roda ekonomi untuk memperkuat ekonomi formal dan memperluas kesempatan untuk memperoleh akses terhadap dukungan finansial.

Dalam percaturan ekonomi, UMKM memang kian berperan penting. Di dunia internasional pun diakui bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi. Di Indonesia kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 57,84% menjadi 60,34% dalam lima tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat, dari 96,99% menjadi 97,22% pada periode yang sama. Pemerintah dan swasta menyikapi dengan serius pembinaan UMKM melalui Dinas Koperasi dan UMKM di masing-masing provinsi, kota – kabupaten.

Pemerintah menggagas 8 juta UMKM bakal go online pada 2019 mendatang. Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 59,69 juta unit. Kemenkop dan UKM melansir sebanyak 3,79 juta usaha UMKM sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8% dari total UMKM di Indonesia, yakni 59,2 juta unit. Untuk menumbuhkan jumlah UMKM yang berselancar di dunia maya, Kemenkop UKM dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama para pelaku e-commerce menggagas program bertajuk 8 Juta UMKM Go Online.

Lewat kerja sama itu, pemerintah berharap dapat mempercepat transformasi UMKM di Indonesia menuju digital. Pelaku UMKM harus menjadi pemain utama dari perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Beberapa e-commerce di Indonesia, seperti Lazada, Shopee, MatahariMall.com, BliBli.com, Bukalapak, Tokopedia, dan Blanja.com mengungkapkan komitmen mereka dalam mengikuti program ini. Mereka menyatakan akan menjalankan roadshow untuk mengedukasi masyarakat agar jiwa kewirausahaan terbangun.

Masing-masing e-commerce memiliki program sendiri. Misalnya, pejalan di Bukalapak memiliki program kopi darat di daerah masing-masing untuk pemberdayaan komunitasnya. Selain itu, Blanja.com melakukan beberapa sinergi dengan kementerian BUMN untuk mengadakan roadshow di beberapa wilayah hingga Indonesia Timur. Kemenkop menyebut, selain memberdayakan UKM, gerakan ini akan membantu memberikan akses keuangan pada wirausaha. Kemenkop akan membantu memastikan produk yang dihasilkan UMKM layak bersaing dan kapasitasnya cukup sehingga mendapatkan kepercayaan dari sumber pendanaan.

Dalam rangka memasuki bisnis online ini, Kemenkop dan UKM perlahan membenahi UKM-UKM, dan standarisasi kualitas produk mereka. Langkah yang dilakukan membantu peningkatan SDM dan akses terhadap sumber-sumber pembiayaan. Kolaborasi antara pemerintahan dan e-commerce akan berlanjut dan mampu merealisasikan visi bersama menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia pada 2020 mendatang. Pemerintah meyakini pertumbuhan jumlah UMKM akan lebih tinggi pada tahun 2018, menyusul dikeluarkannya sejumlah kebijakan pemerintah yang menyokong bisnis UMKM.

Sejumlah kebijakan yang menyokong UMKM tentu akan mendorong munculnya usaha baru, atau kalangan wirausaha bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik. Adapun faktor pendorong pertumbuhan wirausaha baru adalah jumlah penduduk usia produktif yang bertambah. Kemudian, serapan pasar produk UMKM di kalangan masyarakat juga meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Selain itu, kemudahan akses pembiayaan melalui KUR yang mencapai Rp100 triliun, diyakini mendorong lahirnya usaha baru berskala UMKM. Itu juga membuka peluang usaha, ada skema-skema pembiayaan yang bisa diakses, khususnya untuk usaha baru.

Pekerjaan rumah dari sisi kebijakan, bagaimana menjaga daya beli terutama di kalangan masyarakat kelas ekonomi menengah bawah lewat program pemerintah serta menjaga inflasi. Selain itu, ada target belanja sosial untuk mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan dengan alokasi Rp 283,7 triliun, menyasar UMKM dengan target 117.700 rumah tangga. Dukungan pada UKM dari pemerintah juga bertambah dengan adanya alokasi dana Peningkatan Kapasitas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PK2UKM) pada 2018 dianggarkan sebesar Rp100 miliar. Alokasi ini ditujukan terutama untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pada koperasi dan UKM, melalui pelatihan dan pendampingan bagi 25.000 pengurus atau pengawas atau anggota atau pengelola koperasi dan UKM.

Dalam paparan Januari 2018 Kemenkop dan UKM menyebutkan bahwa jumlah pelaku UMKM tercatat sebanyak 59,69 juta unit dengan rincian usaha mikro sebanyak 58,9 juta usaha kecil sebanyak 716.800 unit, usaha menengah sebanyak 65.500 unit dan usaha besar 5.030 unit. Pemerintahan melalui Kemenkop dan UKM menargetkan pelaku UMKM tumbuh sebanyak 5% dari jumlah penduduk di tahun 2019. Pertumbuhan UMKM dari 2014 – 2016 mencapai 3,1% dari jumlah penduduk. Tahun 2014 UMKM meningkat dari 1,56%, lalu 3 tahun kemudian menjadi 3,1% dari jumlah penduduk. Akhir tahun 2018 kira-kira 4% dan target di akhir 2019 5% dari jumlah penduduk. Untuk mendorong pertumbuhan itu Kemenkop dan UKM memfasilitasi pelaku UMKM dengan menggelar sosialisasi maupun pelatihan dengan Badan Latihan Khusus (BLK) di berbagai daerah di Indonesia. (mar – adt)

This entry was posted in Sajian Utama and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *