Rp 150 Triliun Untuk Memulihkan Sosial Ekonomi

Juni, nama bulan keenam itu kabarnya berasal dari nama Dewi Juno, isteri dari dewa Jupiter, dalam meitologi Romawi. Kabarnya lagi, Dewi Juno setara dengan Dewi Hera, isteri Zeus, mahadewa dalam mitologi Yunani. Tentu bukan karena Dewi Juno adalah ratunya para dewa maka kita menunggu bulan yang menggunakan namanya. Bulan Juni 2020 diharapkan saat berakhirnya krisis wabah virus Covid-19. Setidaknya, itulah harapan dengan penetapan masa darurat bencana wabah Covid-19 hingga 29 Mei 2020

Apa yang dapat diharapkan terjadi pada bulan Juni? Pertama, tentu masih terkait dengan wabah virus Covid-19 itu sendiri. memang rumus penanganan wabah Covid-19 masih terus dicari, ibaratnya ‘we are building a ship while sailing it’. Dan dalam bulan Juni ‘kapal itu’ diharapkan sudah selesai dan kita dapat berlayar dengan lebih percaya diri. Salah satu wujudnya adalah obat atau vaksin Covid-19 dudah diproduksi dan sudah dapat dipergunakan, atau setidaknya, sudah ada kemajuan yang lebih berarti lagi dalam bidang itu.

Tatacara pengobatan dan penanganan penyakit juga sudah semakin mantap dan efektif. Infrastruktur kesehatan untuk penanganan wabah sudah lebih tersedia dan berfungsi lebih baik. Kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam penangan penyakit sudah pada tingkat yang tinggi. kesemua itu membuat pertambahan pasien atau warga yang tertular Covid-19 sudah akan jauh berkurang dan korban yang meninggal sudah dapat ditekan hingga minimal.

Kedua, diharapkan kehidupan sosial ekonomi mulai menggeliat kembali di bulan Juni. Toko-toko dan bisnis muai berjalan. Pabrik-pabrik berbagai proses produksi, logistic dan perdagangan mulai berjalan. Orang-orang telah mulai kembali bekerja dan pendapatan sudah mulai kembali normal, daya beli menguat kembali.

Pelaku usaha tentu masih dalam proses pemulihan dari tekanan bisnis dan ekonomi yang terkena dampak wabah Covid-19 selama Januari – Mei. Namun ‘obat ekonomi’ juga telah disiapkan; dan tampaknya ‘obat ekonomi’ ini jauh lebih besar dan lebih pasti dari proses penanganan wabah Covid-19nya sendiri.

Amerika Serikat meluncurkan stimulus ekonomi hingga US$ 2 triliun untuk membantu ekjonominya keluar dari pengaruh wabah. Uni Eropa menggelontorkan ‘obat ekonomi’ senilai US$ 800 miliar. Jepang melakukan injeksi ekonomi senilai US$ 500 miliar, dan China mengeluarkan paket ekonomi senilai US$ 400 miliar. Belum lagi negara-negara ekonomi besar seperti Jerman dan Inggri yang juga mengeluarkan miliaran dola untuk menstimulus ekonomi agar segera keluar dari pengaruh wabah. Tampaknya ini akan menjadi paket stimulus ekonomi global dalam sejarah.

Kesemua usaha tersebut diharapkan akan membuat ‘kesehatan ekonomi’ dunia lebih baik, setidaknya berangsur-angsur membaik selama Smester ke-2 tahun 2020. Dan seperti halnya wabah, dalam keterkaitan negara yang kian erat secara global ekonomi yang membaik di negara-negara lain, terutama di negara-negara besar itu, akan berdampak nyata ke ekonomi Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan pake stimulus ekonomi senilai kurang lebih US$ 10 miliar atau setara Rp 150 triliun untuk memulihkan sosial ekonomi domestic setelah wabah virus Covid-19 berakhir. Injeksi sebesar itu disebar di sektor; pariwisata, kesehatan masyarakat, industri, jejaring pengaman sosial, dan dukungan langsung untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

Tentu masih harus ditunggu bagaimana pelaksanaan pemberian seluruh ‘obat ekonomi’ itu nantinya. Dan bagaimana obat itu dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat yang sekarang sudah menderita secara ekonomi, disamping sedang berjuang menghadapi wabah. Tetapi paling tidak, ‘cahaya di ujung terowongan gelap’ wabah Covid -19 ini sudah terlihat.

Pelaku usaha perlu bersiap. Memang sekarang harus menahan diri, menutup usaha terlebih dahulu, tidak melakukan kegiatan, tidak melakukan ekspansi; namun banyak hal yang dapat dipersiapkan dengan bekerja di rumah. Bersiap, aktif mencari informasi tentang paket stimulus, bangun komunikasi, perkuat jejaring bisnis, jaga hubungan dengan seluruh mitra, lakukan konsulidasi dengan pegawai dan karyawan. Bersiap, sehingga bila stimulus itu tiba pelaku usaha memang akan mendapat manfaat yang optimal dari berbagai paket stimulus yang memang ditujukan bagi mereka. (Red)

This entry was posted in Dari Redaksi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *