Welcome Federasi Nasional Credit Union, PUSKOPCUINA

menyerahkan usulan ke menkop

“Rapat Anggota Khusus Perubahan Anggaran Dasar Puskopdit BKCU Kalimantan menetapkan perubahaan nama menjadi Pusat Koperasi Credit Union Indonesia, disingkat PUSKOPCUINA.PUSKOPCUINA adalah federasi nasional dengan  dua jenjang, yaitu CU primer dan CU sekunder,” demikian dibacakan Edi V.Petebang, Ketua Pengurus yang menjadi pimpinan rapat dalam Rapat anggota khusus tersebut.

RAK PAD yang dilaksanakan secara virtual tanggal 21 Desember 2020 tersebut diikuti 43 CU dari 44 CU primer anggota. Perubahan ini sudah dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kemenkum HAM RI. Perubahan nama PUSKOPCUINA sudah enam kali. Dari BK3D Kalbar, BK3D Kalimantan, BKCU Kalimantan, Puskopdit BKCU Kalimantan, Puskopdit BKCU Kalimantan Skd, dan Puskop Credit Union Indonesia (PUSKOPCUINA).PUSKOPCUINA memiliki badan hukum nomor 927/BH/M.KUKM.2/X/2010 dari Kemenkop UKM RI tanggal 4 Oktober 2010 dan NIK 6171010030001.

Perkembangan CU dalam jejaring PUSKOPCUINAtelah mampu mewarnai Gerakan CU di Indonesia. Melalui pengalaman dan pembelajaran, memperhatikan kenyataan dan praktik yang telah terjadi, disadari bahwa gerakan CU dalam jaringan PUSKOPCUINApunya karakteristik model, yakni pemberdayaan anggota berbasis komunitas.Atas dasar cita-cita yang kuat untuk mewartakan misi sejati CU, maka PUSKOPCUINAbertekad untuk kembali kepada penerapan konsep CU sesuai dengan misi awal dari pendiri Raiffeisen.Hal ini menjadi kesepakatan dalam kegiatan seminar dalam rangkaian RAT TB 2013 di Surabaya tanggal 6-7 Mei 2014.

Dalam lokakaryaSP PUSKOPCUINA terakhir (2020) telah dirumuskan peta jalan tahun 2021 -2025. Inti peta jalan itu adalah menjadi federasi nasional dengan karakteristik pemberdayaan berbasis komunitas dan teknologi informasi.

PUSKOPCUINA sebagai federasi nasional bertujuan. Pertama, menjadi wadah yang mempersatukan dan memperkuat gerakan koperasi CU di Indonesia. Kedua, memastikan pertumbuhan anggota yang berkelanjutan agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada anggota individu sehingga mutu kehidupannya meningkat. Ketiga, meningkatkan kemandirian anggota khususnya dan kemajuan lingkungan kerja pada umumnya dalam rangka menggalang terlaksananya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Keempat, melakukan koordinasi terhadap anggota dengan tidak mencari keuntungan, tetapi menciptakan sumber keuangan dari, oleh, dan untuk para anggotanya. Kelima, mengembangkan sikap hemat dan bijaksana dalam mengelola keuangan.

Arah Strategis PUSKOPCUINA

rak pad

a.Rapat Anggota Khusus Perubahan AD Puskopcuina

  1. Salah satu usaha produktif anggota CU dalam jaringan Puskopcuina
  2. Roadmap digitalisasi Puskopcuina

 Gerakan CU dalam jaringan PUSKOPCUINA menyadari bahwa misi utama CU adalah meningkatkan kualitas hidup anggota, baik fisik, moral maupun spiritual melalui pendidikan dan pelatihan, pemberdayaan serta layanan keuangan  yang berkualitas.

Implementasi misi CU melalui pendidikan dan pelatihan dilakukan secara terus menerus, mulai dari  pendidikan wajib sampai dengan pendidikan lanjutan untuk anggota. Pendidikan wajib merupan pendidikan yang wajib diikuti oleh anggota dewasa sedangkan pendidikan lanjutan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anggota dan/atau komunitas anggota. Pendidikan dan pelatihan bagi anggota dapat dilakukan secara offline maupun online dengan pemanfaatan media sosial dan/atau sarana teknologi lainnya. Pendidikan sebagai jantung CU sehingga “jantung” itu tidak boleh sampai berhenti.

Implementasi misi CU selanjutnya adalah pemberdayaan kepada anggota. Salah satu bentuk upaya pemberdayaan kepada anggota adalah melakukan pendampingan usaha-usaha produktif. Pemberdayaan kepada anggota tidak hanya sekedar menyediakan produk simpanan dan pinjaman saja tetapiCU melakukan intervensi langsung kepada kelompok binaan dan atau komunitas untuk memastikan anggota kelompok mengetahui, menyadari, dan memiliki  keterampilan yang dibutuhkan dalam mengelola usaha-usaha produktif yang dipilihnya.

Dalam melakukan upaya pemberdayaan terhadap anggota, Koperasi CU menerapkan konsep (Asset Based Community Development – Pengembangan Komunitas Berbasis Aset). Pendekatan pemberdayaan tidak bisa disamakan antara satu komunitas anggota dengan komunitas anggota lainnya. Disinilah peran CU untuk mencari dan menemukan strategi yang tepat.

Dengan CU fokus melakukan pemberdayaan kepada anggotanya, maka penghasilan anggota meningkat dan anggota dibekali kemampuan mengelola keuangan oleh Koperasi CU, maka dapat dipastikan kualitas hidup anggota akan meningkat pula. Dampaknya bagi Koperasi CU sebagai lembaga, tentu akan berkelanjutan.

Implementasi misi CU dengan memberikan layanan keuangan yang berkualitas kepada anggota. Layanan ini tidak sekedar menyediakan jenis produk simpanan dan pinjaman yang berkualitas saja, namun bagaimana CU mampu menyediakan layanan transaksi secara digital bagi anggota. Layanan secara digital pada zaman revolusi 4.0 tidak dapat dihindari lagi. Lembaga yang memberikan layanan keuangan akan mengalami kemunduran bahkan mati jika tidak beralih dalam layanan digital.

PUSKOPCUINA telah bekerjasama dengan vendor untuk membangun sistem informasi teknologi yang terintegrasi agar tercipta layanan keuangan yang berkualitas bagi anggota. CU dalan jaringan PUSKOPCUINA telah memiliki mobile CU dan core financial system yang diberi nama “ESCETE” sedangkan untuk e-commerce dengan nama “sMartCU”.

Dukungan Menkop UKM RI

kunjungan ke kantor menkop

Perubahan PUSKOPCUINA menjadi federasi nasional sudah dilaporkan langsung kepada Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki di kantornya (22/3). Pada hari yang sama Perwakilan Pengurus dan GM PUSKOPCUINA juga menyampaikan perubahan tersebut sekaligus surat pengundurkan diri dari keanggotaan INKOPDIT.

Dalam kunjungan kerja ke Kalbar, Menkop bahkan berkenan berkunjung ke kantor PUSKOPCUINA (28/3). Dalam kesempatan tersebut, Pengurus, Penasihat, dan Manajemen, baik dari perwakilan PUSKOPCUINA maupun anggota menghadiri dialog bersama Menkop dan UKM yang didampingi oleh Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, staf Kemenkop dan UKM serta Diskop UMKM Kalbar. PUSKOPCUINA menyampaikan usulan kepada Menkop dan UKM RI secara lisan dan tertulis.

Dalam dialog Menkop mengatakan bahwa Kementerian terus mendorong agar Koperasi Simpan Pinjam di Indonesia merambah ke sektor pangan, kelautan, dan perkebunan yang sejauh ini belum diolah maksimal dengan melibatkan keanggotaan.Ia mengatakan mendapat tugas langsung dari Presiden RI untuk lebih mendorong kemajuan koperasi yang bergerak di sektor pangan, dan bahkan pertanian. Bagi PUSKOPCUINA tentu harapan Menkop perlu disikapi dengan bijaksana. PUSKOPCUINA berprinsip, CU sebagai lembaga tidak boleh secara langsung merambah dalam sektor yang dimaksud. Namun CU dapat menyediakan produk dan layanan serta pendampingan yang dapat mendorong anggota untuk membuat usaha-usaha produktif.

Menkop mengatakan sangat senang dengan keberadaan PUSKOPCUINA yang merupakan CU sekunder terbesar di Indonesia. “Saya ingin CU membuka wirausaha baru melalui anggota CU. Mari kita manfaatkan peluang-peluang yang ada agar anggota semakin sejahtera,” ujarnya.

Menkop menyampaikan keherannya mengapa selama ini ada pembedaan antara CU dan koperasi simpan pinjam lainnya. “Karena jelas, selama ini CU bisa  menjadi ekonomi rakyat yang riil. CU merupakan salah satu koperasi sejati, yang modalnya dari anggota dan untuk anggota”, jelasnya.

Permenkop tentang Credit Union

Dialog di kantor PUSKOPCUINA  dipandu Agustinus Alibata, Sekretaris Pengurus dan dilanjutkan pemaparan profil dan usulan yang disampaikan oleh Ketua Pengurus PUSKOPCUINA, Edi V. Petebang.Ada lima usulanyang disampaikan. Pertama, ada peraturan Menkop UKM RI yang mengatur khusus tentang KSP Credit Union. Alasannya (1). sumber dana CU murni dari swadaya anggota. Dana tersebut dipinjamkan kembali kepada anggota. Prinsip dari, oleh, dan untuk anggota sepenuhnya diterapkan di CU. (2). Kepemilikan CU sepenuhnya oleh anggota yang berasal dari kelompok menengah ke bawah-kaum miskin. (3). Layanan utama CU terdiri dari layanan keuangan, pendidikan dan pemberdayaan. (4). Analisis keuangan gerakan CU selain analisis RATIO, juga menerapkan analisis PEARLS sebagai standar kehati-hatian dalam mengelola keuangan CU. Analisis PEARLS terdiri dari 44 indikator dengan 13 indikator kunci yang mesti dipatuhi oleh KSP CU agar berkelanjutan.

Kedua, meninjaupajak penghasilan atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi (PMK No.112/PMK.03/2010). Usulannya: (1). Nol persenuntuk bunga simpanan sampai dengan Rp1.000.000-, per bulan. (2). Sepuluh persendari jumlah bruto bunga untuk bunga simpanan lebih dari Rp1.000.000-, per bulan dan pajak dihitung berdasarkan bunga diatas satu juta. Misalnya bunga simpanan anggota Rp1.150.000-,/bulan maka yang dihitung pajak atas bunganya adalah Rp150.000-,

Ketiga, bekerjasama dalam peningkatan SDM pengurus, pengawas dan Pengelola KSP CU Primer dalam bentuk pendidikan dan pelatihan. Keempat, bekerjasama dalam proses pendampingan pemberdayaan dan kewirausahaan di CU primer anggota PUSKOPCUINA dalam rangka membantu program Pemerintah kaitannya dengan ketahanan pangan nasional. Kelima, Kemenkop dan UKM RI membantu memfasilitasi jaringan pemasaran produk anggota di dalam dan luar negeri agar terciptanya jaringan pemasaran ke kelompok usaha anggota.

Usulan tersebut setelah disampaikan secara lisan, juga diserahkan secara tertulis kepada Menkop Teten Masduki. “Kami akan tindaklanjuti usulan ini”, ujar Menkop dan UKM RI.

Semoga usulan-usulan tersebut dapat terealisasi sehingga semakin memperkuat gerakan KSP CU  dan meningkatnya kualitas hidup anggota.

PUSKOPCUINA yang menjadi federasi nasional diharapkan mampu memperkuat Gerakan CU di Indonesia sehingga semakin banyak masyarakat di Indonesia yang merasakan manfaat CU dan konsep Koperasi CU semakin diterima di bumi nusantara tercinta ini demi meningkatnya kualitas hidup masyarakat di Indonesia, baik secara fisik, moral maupun spiritual.***

(Majalah UKM)

This entry was posted in Umum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *